Apa saja produk perbankan yang cocok untuk UMKM menjadi pertanyaan penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang ingin mengembangkan bisnisnya.
Dengan akses yang tepat terhadap layanan perbankan, UMKM dapat meningkatkan kapasitas operasional, memperluas pasar, dan memperkuat arus kas.
Produk perbankan yang dirancang khusus untuk UMKM tidak hanya membantu dalam pembiayaan, tetapi juga dalam manajemen keuangan dan digitalisasi usaha.
Artikel ini akan membahas secara lengkap produk perbankan yang paling sesuai untuk kebutuhan UMKM di Indonesia, mulai dari kredit hingga layanan digital.
Jenis Produk Perbankan untuk UMKM

UMKM membutuhkan solusi keuangan yang fleksibel, mudah diakses, dan sesuai dengan skala usahanya. Beruntung, banyak bank di Indonesia telah menghadirkan produk perbankan yang dirancang khusus untuk mendukung pertumbuhan sektor ini. Produk-produk tersebut tidak hanya terbatas pada pinjaman, tetapi juga mencakup rekening, layanan transaksi, dan pendampingan bisnis.
1. Kredit Modal Kerja
Salah satu produk perbankan paling populer untuk UMKM adalah Kredit Modal Kerja (KMK). KMK digunakan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek seperti pembelian bahan baku, pengelolaan inventori, atau penutupan defisit arus kas. Menurut Bank Neo Commerce, Kredit Modal Kerja menawarkan skema fleksibel, jangka waktu hingga 1 tahun, dan plafon pinjaman hingga Rp5 miliar.
Bank Mandiri juga menyediakan Kredit Usaha Mikro (KUM) dengan limit hingga Rp500 juta dan jangka waktu sampai 5 tahun. Sementara itu, BRI menawarkan KUR Mikro dengan bunga rendah 6% efektif per tahun dan bebas biaya administrasi. Ketersediaan KMK dengan syarat yang ringan sangat membantu UMKM yang belum memiliki agunan besar.
2. Kredit Investasi
Untuk pengembangan usaha jangka panjang, kredit investasi menjadi pilihan utama. Produk ini digunakan untuk membeli aset tetap seperti mesin, peralatan, atau kendaraan operasional. Bank Neo Commerce menyediakan Kredit Investasi sebagai bagian dari produk pinjaman UMKM.
Bank Mandiri juga menawarkan KUM yang mencakup kebutuhan investasi, dengan agunan berupa objek yang dibiayai. Sementara itu, BRI menyediakan KUR Kecil dengan plafon pinjaman Rp50–500 juta dan masa pinjaman hingga 5 tahun untuk kebutuhan investasi. Produk ini sangat cocok bagi UMKM yang ingin naik kelas dari skala mikro ke kecil.
3. Rekening Giro dan Tabungan UMKM
Selain kredit, rekening giro dan tabungan khusus UMKM juga menjadi bagian penting dari produk perbankan. OCBC Indonesia menawarkan rekening giro dan tabungan yang dirancang khusus untuk UMKM, memudahkan pelaku usaha dalam mengelola keuangan operasional.
Bank BRI menyediakan produk seperti KUPEDes dan Kredit UMKM BRI yang terintegrasi dengan rekening usaha. Rekening ini memungkinkan transaksi harian, pembayaran pemasok, dan penerimaan pembayaran dari pelanggan secara lebih terstruktur. Beberapa bank juga menawarkan bebas biaya administrasi jika saldo rata-rata memenuhi syarat tertentu.
4. Layanan Perbankan Digital
Digitalisasi menjadi kunci pertumbuhan UMKM di era modern. BNI menghadirkan platform BNIdirect Bisnis yang memungkinkan pelaku UMKM mengelola keuangan secara digital dengan mudah. Platform ini menawarkan fitur transfer, pembayaran, dan pelaporan keuangan dalam satu aplikasi.
OCBC juga menyediakan aplikasi mobile banking yang memungkinkan pengajuan kredit dan transaksi bisnis dilakukan secara online. Bank BRI bahkan telah menghadirkan layanan KUR BRI 2025 yang bisa diajukan melalui aplikasi BRImo. Kemudahan akses digital sangat penting bagi UMKM yang ingin efisiensi waktu dan biaya operasional.
5. Program Pendampingan dan Pengembangan Bisnis
Beberapa bank tidak hanya menawarkan produk keuangan, tetapi juga program pendampingan untuk UMKM. OCBC memiliki program Nyala Bisnis yang memberikan pelatihan bisnis, akses ke jaringan, dan konsultasi.
Bank Mandiri menyelenggarakan Program Level Up UMKM 2025, yang memberikan reward kepada UMKM yang meningkatkan saldo dan kepemilikan produk perbankan. Program ini mendorong UMKM untuk lebih aktif menggunakan layanan perbankan dan meningkatkan literasi keuangan.
BNI juga memiliki program BNI Xpora yang mendukung UMKM dalam transaksi ekspor melalui pembiayaan dan pelatihan. Dengan pendampingan ini, UMKM tidak hanya mendapat akses keuangan, tetapi juga pengetahuan untuk mengelola dan mengembangkan usaha.
Baca Juga : Apa Itu NPL dalam Perbankan dan Faktor Penyebabnya
Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Produk Perbankan

Memilih produk perbankan yang tepat untuk UMKM harus mempertimbangkan beberapa faktor. Pertama, skala usaha menentukan jenis kredit yang dibutuhkan. UMKM mikro mungkin lebih cocok dengan KUR Mikro, sementara UMKM kecil bisa memanfaatkan KUR Kecil atau Kredit Investasi.
Kedua, kemampuan membayar harus dievaluasi secara realistis. Meskipun bunga KUR hanya 6%, UMKM harus memastikan arus kas cukup untuk membayar angsuran bulanan. Ketiga, kemudahan akses menjadi pertimbangan penting, terutama bagi pelaku usaha di daerah terpencil.
Keempat, dukungan digital sangat penting untuk efisiensi. UMKM yang aktif berjualan online membutuhkan integrasi antara rekening dan platform e-commerce. Terakhir, program tambahan seperti pelatihan atau reward bisa menjadi nilai tambah yang mendorong pertumbuhan bisnis.
Tren Terkini dalam Produk Perbankan untuk UMKM
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini menerbitkan POJK 19 Tahun 2025 yang mendorong bank memberikan kemudahan akses pembiayaan kepada UMKM. Aturan ini mendorong penggunaan pemeringkat kredit alternatif, percepatan proses bisnis, dan penetapan biaya yang wajar.
Selain itu, bank kini mulai menerima jaminan berupa kekayaan intelektual atau aset non-tunai, yang sangat menguntungkan UMKM kreatif. Kolaborasi antarlembaga keuangan dan pemanfaatan teknologi informasi juga diperkuat untuk memperluas ekosistem digital pembiayaan UMKM.
Bank juga semakin aktif dalam kolaborasi dengan asosiasi UMKM untuk memberikan manfaat tambahan. Contohnya, Bank UMKM Jatim menyediakan skema kredit berbunga rendah seperti Prokesra dan Dagulir yang mudah diakses oleh pengusaha ultra mikro.
Baca Juga : Perbankan Jurusan Apa dan Mata Kuliah yang Dipelajari
Sumber Referensi
- OCBC Indonesia – Rekomendasi Bank untuk UMKM
- Bank Neo Commerce – Produk Pinjaman UMKM
- BNI – Inovasi Digital untuk UMKM
- BRI – KUR Mikro dan KUR Kecil
- OJK – POJK 19 Tahun 2025
- Bank Mandiri – Kredit Usaha Mikro (KUM)
- Bank Mandiri – Program Level Up UMKM 2025
- BRI – Layanan KUR Online 2025
- Bank UMKM Jatim – Skema Kredit untuk Ultra Mikro
Bimbel PCS-9 & PCT-3 OJK Tahun 2025
Mau Lolos? Join Grup dan Bimbelnya Sekarang!👇🏻👇🏻
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiOJK: Temukan aplikasi JadiOJK di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiOJK Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELOJK” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiOJK karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal OJK 2025!!!
- Dapatkan ribuan soal ojk 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi OJK 2025
- Ratusan Latsol OJK 2025
- Puluhan paket Simulasi OJK 2025
- dan masih banyak lagi yang lainnya


