Pertanyaan ada berapa laporan keuangan yang harus disiapkan perusahaan sering kali menjadi dasar bagi pemilik bisnis, akuntan, dan investor.
Laporan keuangan bukan sekadar tumpukan angka, ia adalah rapor kesehatan dan kinerja sebuah entitas bisnis.
Tanpa laporan ini, manajemen akan “buta” dalam mengambil keputusan, dan pihak eksternal seperti investor atau bank tidak akan memiliki dasar kepercayaan.
Laporan keuangan adalah catatan formal dari aktivitas keuangan dan posisi moneter sebuah bisnis. Di Indonesia, standar yang digunakan adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang sebagian besar telah mengadopsi International Financial Reporting Standards (IFRS).
Memahami jumlah dan jenis laporan keuangan sangat penting karena setiap laporan menceritakan kisah yang berbeda.
Ada yang fokus pada profitabilitas, ada yang pada likuiditas, dan ada yang pada posisi aset. Jika digabungkan, mereka memberikan gambaran holistik tentang kondisi perusahaan.
Mengapa Memahami Jumlah Laporan Keuangan Itu Penting?
Sebelum kita menjawab secara spesifik “ada berapa laporan keuangan”, penting untuk memahami mengapa kita membutuhkannya. Laporan keuangan memiliki beberapa fungsi vital:
- Alat Pengambilan Keputusan: Bagi manajemen internal, laporan ini membantu menentukan strategi, seperti apakah perlu melakukan ekspansi, mengurangi biaya, atau mencari pendanaan baru.
- Transparansi bagi Investor: Calon investor dan investor yang ada menggunakan laporan ini untuk menilai apakah perusahaan tersebut layak (profitable) untuk tempat menanam modal.
- Penilaian Kreditor: Bank dan pemasok (kreditor) menganalisis laporan keuangan, terutama neraca dan arus kas, untuk memutuskan apakah perusahaan mampu membayar kembali utangnya.
- Kepatuhan Pajak dan Regulasi: Pemerintah dan otoritas pajak mewajibkan perusahaan (terutama yang sudah berbadan hukum) untuk menyerahkan laporan keuangan sebagai dasar perhitungan pajak dan bukti kepatuhan.
Baca Juga : Apa yang Dimaksud dengan Lembaga Keuangan Bank?
Jadi, Sebenarnya Ada Berapa Laporan Keuangan Utama?
Untuk menjawab pertanyaan ada berapa laporan keuangan secara standar, jawabannya adalah lima.
Menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang diatur oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), laporan keuangan lengkap terdiri dari lima komponen utama. Kelima laporan ini saling terkait dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain untuk mendapatkan pemahaman yang utuh.
Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai kelima jenis laporan keuangan tersebut.
1. Laporan Laba Rugi (Income Statement)

Laporan Laba Rugi, sering juga disebut Profit and Loss Statement, adalah laporan yang paling sering ditanyakan. Fungsinya adalah untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan selama periode waktu tertentu (misalnya, satu bulan, satu kuartal, atau satu tahun).
Laporan ini merangkum semua pendapatan (revenues) yang diperoleh dan semua beban (expenses) yang dikeluarkan. Selisih antara keduanya akan menghasilkan laba bersih (jika pendapatan > beban) atau rugi bersih (jika pendapatan < beban).
Komponen Utama Laporan Laba Rugi:
- Pendapatan (Revenues): Penjualan barang atau jasa.
- Harga Pokok Penjualan (HPP) / Cost of Goods Sold (COGS): Biaya langsung yang terkait dengan produksi barang yang dijual.
- Laba Kotor: Selisih antara Pendapatan dan HPP.
- Beban Operasional: Biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan bisnis di luar HPP, seperti biaya gaji, pemasaran, sewa, dan administrasi.
- Laba Operasi (EBIT): Laba sebelum bunga dan pajak.
- Beban Bunga dan Pajak: Biaya bunga pinjaman dan pajak penghasilan.
- Laba Bersih (Net Income): Angka final yang menunjukkan profitabilitas perusahaan setelah semua biaya dikurangkan.
Laporan ini sangat penting untuk menilai seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari operasinya.
2. Laporan Perubahan Ekuitas (Statement of Changes in Equity)
Jenis laporan keuangan kedua adalah Laporan Perubahan Ekuitas (atau Laporan Perubahan Modal). Laporan ini menunjukkan bagaimana ekuitas (modal) pemilik berubah selama satu periode akuntansi.
Laporan ini bertindak sebagai jembatan antara Laporan Laba Rugi dan Neraca. Laba bersih yang dihasilkan di Laporan Laba Rugi akan ditambahkan ke modal di laporan ini.
Komponen Utama Laporan Perubahan Ekuitas:
- Modal Awal: Saldo ekuitas di awal periode.
- Laba Bersih (atau Rugi Bersih): Diambil dari Laporan Laba Rugi.
- Dividen: Pembagian laba kepada pemegang saham (jika ada), yang sifatnya mengurangi ekuitas.
- Setoran Modal Tambahan: Jika ada suntikan dana baru dari pemilik.
- Modal Akhir: Saldo ekuitas di akhir periode, yang akan dicatat di Neraca.
Laporan ini krusial bagi investor untuk melihat seberapa banyak keuntungan yang ditahan oleh perusahaan (laba ditahan) untuk pengembangan bisnis dibandingkan yang dibagikan sebagai dividen.
3. Laporan Posisi Keuangan (Neraca / Balance Sheet)
Inilah “raja” dari laporan keuangan. Laporan Posisi Keuangan atau Neraca adalah potret kondisi keuangan perusahaan pada satu titik waktu tertentu (misalnya, per 31 Desember 2024).
Neraca berpegang pada persamaan dasar akuntansi yang fundamental:
Aset = Liabilitas + Ekuitas
Total Aset (apa yang dimiliki perusahaan) harus selalu sama (balance) dengan total Liabilitas/Utang (apa yang diutang perusahaan) ditambah Ekuitas (modal pemilik).
Komponen Utama Neraca:
- Aset (Assets):
- Aset Lancar: Kas, piutang usaha, persediaan barang, biaya dibayar di muka.
- Aset Tetap: Tanah, bangunan, mesin, kendaraan (setelah dikurangi akumulasi penyusutan).
- Liabilitas (Liabilities / Utang):
- Liabilitas Jangka Pendek: Utang usaha, utang gaji, utang pajak (jatuh tempo < 1 tahun).
- Liabilitas Jangka Panjang: Utang bank jangka panjang, obligasi (jatuh tempo > 1 tahun).
- Ekuitas (Equity):
- Modal disetor dan Laba Ditahan (saldo akhirnya diambil dari Laporan Perubahan Ekuitas).
Neraca menunjukkan seberapa sehat struktur modal perusahaan dan seberapa likuid aset yang dimilikinya.
4. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)
Banyak yang berkata, “Cash is King”. Perusahaan bisa saja mencatat laba di Laporan Laba Rugi, namun bangkrut karena tidak punya uang tunai (kas) untuk membayar tagihan. Inilah fungsi Laporan Arus Kas.
Laporan ini melacak semua uang tunai yang masuk (penerimaan) dan keluar (pembayaran) dari perusahaan selama satu periode. Ini menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan kas.
Laporan Arus Kas dibagi menjadi tiga aktivitas utama:
- Arus Kas dari Aktivitas Operasi: Kas yang dihasilkan dari kegiatan bisnis inti (penjualan produk, pembayaran gaji, pembayaran ke pemasok). Ini adalah indikator utama kesehatan arus kas.
- Arus Kas dari Aktivitas Investasi: Kas yang digunakan atau diterima dari pembelian atau penjualan aset jangka panjang (seperti membeli mesin baru atau menjual gedung lama).
- Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan: Kas yang diterima atau dibayarkan terkait pendanaan (seperti menerima pinjaman bank, membayar dividen, atau menerbitkan saham baru).
Bagi analis, arus kas operasi yang positif dan kuat adalah sinyal yang sangat baik.
5. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK / Notes to Financial Statements)
Ini adalah komponen kelima yang sering dilupakan, padahal sangat vital. Jika empat laporan sebelumnya adalah “angka”, maka CaLK adalah “ceritanya”.
Jawaban atas ada berapa laporan keuangan tidak akan lengkap tanpa CaLK. Ini adalah bagian integral yang berisi penjelasan rinci dari angka-angka yang ada di empat laporan lainnya.
Isi dari CaLK biasanya mencakup:
- Kebijakan Akuntansi: Metode apa yang digunakan perusahaan? (Misalnya, metode penyusutan, metode penilaian persediaan FIFO/Average).
- Rincian Akun: Penjelasan detail mengenai utang (kapan jatuh tempo, bunganya berapa), rincian aset tetap, dll.
- Informasi Non-Keuangan: Pengungkapan tentang risiko bisnis, tuntutan hukum (jika ada), atau kejadian penting setelah tanggal pelaporan.
Tanpa membaca CaLK, seseorang bisa salah menginterpretasi angka-angka di laporan keuangan. Memahami ada berapa laporan keuangan secara lengkap berarti harus menyertakan CaLK.
Keterkaitan Antar Laporan Keuangan

Kelima laporan ini tidak berdiri sendiri. Mereka terhubung erat:
- Laba Bersih dari Laporan Laba Rugi digunakan untuk menghitung Laporan Perubahan Ekuitas.
- Saldo Akhir Ekuitas dari Laporan Perubahan Ekuitas menjadi angka Ekuitas di Neraca.
- Saldo Akhir Kas di Laporan Arus Kas harus sama dengan angka Kas yang tertera di Neraca (di bagian Aset Lancar).
Baca Juga : Sebutkan Lembaga Keuangan Bukan Bank & Fungsinya
Kesimpulan
Jadi, jawaban dari pertanyaan ada berapa laporan keuangan yang esensial menurut standar akuntansi adalah lima: (1) Laporan Laba Rugi, (2) Laporan Perubahan Ekuitas, (3) Laporan Posisi Keuangan (Neraca), (4) Laporan Arus Kas, dan (5) Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK).
Bagi pemilik bisnis, memahami kelima jenis laporan keuangan ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Mereka adalah kompas yang memandu perusahaan menuju pengambilan keputusan yang lebih baik, transparansi yang lebih tinggi, dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Bimbel PCS-9 & PCT-3 OJK Tahun 2025
Mau Lolos? Join Grup dan Bimbelnya Sekarang!👇🏻👇🏻
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiOJK: Temukan aplikasi JadiOJK di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiOJK Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELOJK” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiOJK karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal OJK 2025!!!
- Dapatkan ribuan soal ojk 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi OJK 2025
- Ratusan Latsol OJK 2025
- Puluhan paket Simulasi OJK 2025
- dan masih banyak lagi yang lainnya


