Akses keuangan yang merata di seluruh pelosok negeri merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi yang inklusif.
Namun, kenyataan di lapangan seringkali menunjukkan adanya kesenjangan akses antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Untuk menjembatani kesenjangan inilah, TPD OJK dibentuk.
Lalu, apa sebenarnya TPD OJK dan apa saja tugas pokok yang diembannya? Artikel ini akan mengulasnya secara lengkap.
Apa Itu TPD OJK?

TPD OJK adalah singkatan dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah. Sesuai namanya, TPD OJK adalah sebuah forum koordinasi yang dibentuk di tingkat regional (provinsi/kabupaten/kota) untuk mempercepat akses keuangan bagi masyarakat di daerah tersebut.
Forum ini diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), di antaranya:
- Pemerintah Daerah (Pemda)
- Kantor Regional OJK setempat
- Perwakilan Bank Indonesia (BI) di daerah
- Instansi vertikal terkait (seperti kementerian)
- Pelaku Industri Jasa Keuangan (Perbankan, Asuransi, Pasar Modal, dll)
- Akademisi
- Asosiasi dan lembaga terkait lainnya
TPD OJK berfungsi sebagai “motor penggerak” di daerah yang memastikan program-program inklusi keuangan berjalan sinergis, efektif, dan tepat sasaran.
Baca Juga : Tes Kemampuan Umum OJK : Panduan Lengkap Lolos Seleksi
Latar Belakang dan Tujuan
Pembentukan TPD OJK didasari oleh kebutuhan untuk meningkatkan indeks inklusi keuangan nasional, yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah. Tujuannya jelas:
- Mendorong Pertumbuhan Ekonomi: Dengan akses keuangan yang lebih mudah, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat berkembang, yang pada akhirnya menggerakkan roda perekonomian daerah.
- Mengentaskan Kemiskinan: Akses terhadap produk keuangan seperti tabungan, kredit usaha, dan asuransi mikro dapat membantu masyarakat keluar dari jerat kemiskinan.
- Mengurangi Kesenjangan: Memastikan masyarakat di daerah terpencil atau yang sebelumnya tidak terlayani (unbanked) kini dapat menikmati layanan keuangan formal.
Tugas Utama TPD OJK
Untuk mencapai tujuan tersebut, TPD OJK memiliki beberapa tugas utama yang menjadi fokus kerjanya. Berdasarkan arahan dari OJK, berikut adalah rincian tugas-tugas vital tersebut:
1. Identifikasi dan Pemetaan (Mapping)
Tugas pertama TPD OJK adalah mengidentifikasi potensi dan kebutuhan akses keuangan di wilayahnya. Ini mencakup pemetaan produk keuangan apa yang paling dibutuhkan oleh masyarakat (misalnya kredit usaha tani, tabungan pelajar, atau asuransi nelayan) dan di wilayah mana saja yang aksesnya masih minim.
2. Menyusun Strategi dan Rencana Aksi
Setelah kebutuhan terpetakan, TPD OJK merumuskan strategi dan rencana aksi daerah (RAD) yang spesifik. Program ini harus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi ekonomi lokal.
3. Koordinasi dan Sinergi Program
Ini adalah tugas inti dari TPD OJK. Tim ini memastikan bahwa program kerja yang dimiliki Pemda, OJK, BI, dan industri jasa keuangan tidak tumpang tindih. Sebaliknya, TPD OJK mendorong sinergi agar semua program berjalan beriringan dan saling memperkuat untuk percepatan akses keuangan.
4. Mendorong Inovasi Produk Keuangan
TPD OJK bertugas mendorong lembaga jasa keuangan untuk menciptakan atau memodifikasi produk yang sesuai (feasible) dengan kebutuhan masyarakat daerah. Contohnya adalah skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) Klaster, program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor), atau produk keuangan syariah yang spesifik.
5. Monitoring dan Evaluasi
TPD OJK secara berkala melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja yang telah disepakati. Mereka mengukur sejauh mana efektivitas program dalam meningkatkan akses keuangan dan memberikan laporan serta rekomendasi perbaikan.
6. Edukasi dan Literasi Keuangan

Selain membuka akses, TPD OJK juga memiliki tugas untuk mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya bisa mengakses, tetapi juga paham dalam menggunakan produk keuangan secara bijak.
Baca Juga : Urutan Tes OJK dan Tips Lolos Seleksi Mudah
Kesimpulan
TPD OJK adalah forum koordinasi vital yang perannya sangat strategis di daerah. Dengan menyatukan langkah antara pemerintah daerah, regulator (OJK & BI), dan industri, TPD OJK menjadi ujung tombak dalam memastikan bahwa layanan keuangan tidak lagi menjadi barang mewah, melainkan kebutuhan dasar yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan.
Bimbel PCS-9 & PCT-3 OJK Tahun 2025
Mau Lolos? Join Grup dan Bimbelnya Sekarang!👇🏻👇🏻
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiOJK: Temukan aplikasi JadiOJK di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiOJK Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELOJK” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiOJK karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal OJK 2025!!!
- Dapatkan ribuan soal ojk 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi OJK 2025
- Ratusan Latsol OJK 2025
- Puluhan paket Simulasi OJK 2025
- dan masih banyak lagi yang lainnya


