tes kompetensi umum adalah salah satu tahap yang paling menentukan dalam seleksi penerimaan pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini. Di tahap ini, kamu akan diuji kemampuan kognitif umum seperti logika, numerik, dan verbal yang menjadi dasar apakah kamu dianggap “layak” lanjut ke tahap berikutnya atau tidak.
Banyak pejuang OJK mengaku justru gugur di tes kompetensi umum, bukan di tahap substansi keuangan atau wawancara. Padahal, kalau dipahami polanya dan disiapkan dengan strategi yang tepat, tes ini sebenarnya sangat bisa “ditaklukkan”, bahkan oleh kamu yang merasa sudah lama tidak menyentuh soal-soal akademik sejak lulus kuliah.
Memahami Apa Itu tes kompetensi umum: Bukan Sekadar Tes “Pintar atau Tidak”

Sebelum panik duluan, penting untuk memahami bahwa tes kompetensi umum bukanlah tes yang menilai kamu pintar atau bodoh. Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan dasar yang dibutuhkan di hampir semua pekerjaan profesional, apalagi di lembaga regulator keuangan seperti OJK yang menuntut ketelitian tinggi, kemampuan analisis, dan komunikasi yang jelas.
Secara umum, tes kompetensi umum di berbagai institusi di Indonesia—baik di seleksi perguruan tinggi, seleksi pegawai instansi negara, maupun rekrutmen perusahaan—mengukur beberapa aspek berikut:
- Kemampuan penalaran logis: bagaimana kamu melihat pola, menarik kesimpulan, dan berpikir runtut.
- Kemampuan numerik/kuantitatif: bagaimana kamu mengolah angka, persentase, perbandingan, dan data.
- Kemampuan verbal: bagaimana kamu memahami teks, memilih kata yang tepat, dan menarik makna dari bacaan.
- Kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) di beberapa konteks, terutama jika formatnya mirip Tes Kompetensi Akademik (TKA) seperti di UTBK.
Di seleksi OJK, tes kompetensi umum biasanya muncul dalam bentuk Tes Kemampuan Umum (TKU) yang berisi soal-soal logika, numerik, dan verbal. Sementara di dunia pendidikan tinggi, istilah yang mirip adalah Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang mengukur penguasaan akademik dasar. Di perusahaan swasta, istilahnya bisa berganti menjadi general competency test atau tes kemampuan kerja, tetapi esensinya tetap sama: menguji kemampuan berpikir umum yang menjadi fondasi kinerja.
Jadi, kalau kamu merasa “Aku bukan anak olimpiade matematika, apa bisa lolos tes kompetensi umum?” jawabannya: sangat bisa. Yang dibutuhkan bukan jenius, tapi latihan terarah, manajemen waktu, dan mental yang stabil saat mengerjakan soal.
Mengapa tes kompetensi umum Sangat Penting di Seleksi OJK?
Di OJK, kamu akan berhadapan dengan regulasi keuangan, laporan keuangan, data statistik industri, dan dokumen hukum yang tebal. Tanpa kemampuan penalaran yang kuat, kamu akan mudah kelelahan dan salah analisis. Itulah mengapa tes kompetensi umum dijadikan filter awal: OJK ingin memastikan bahwa calon pegawainya punya:
- Kesiapan akademik dan kognitif
Tes ini menilai apakah kamu mampu memahami konsep, membaca data, dan memecahkan masalah secara sistematis. Ini mirip dengan tujuan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di dunia kampus yang mengukur kesiapan akademik calon mahasiswa. - Kemampuan berpikir di bawah tekanan waktu
Hampir semua tes kompetensi umum dibatasi waktu dengan jumlah soal yang cukup banyak. Ini mensimulasikan situasi kerja nyata di mana kamu harus mengambil keputusan cepat dengan informasi terbatas. - Objektivitas penilaian
Dibandingkan CV atau surat lamaran yang sifatnya subjektif, tes kompetensi umum memberikan gambaran yang lebih objektif tentang kemampuan dasar seseorang. Itulah mengapa lembaga seperti OJK, perguruan tinggi, dan perusahaan besar sangat mengandalkan jenis tes ini.
Dengan kata lain, tes kompetensi umum adalah “gerbang logika” yang harus kamu lewati sebelum membuktikan kemampuan teknismu di tahap-tahap berikutnya seperti tes substansi, psikotes lanjutan, atau wawancara.
Jenis-Jenis Materi dalam tes kompetensi umum: Logika, Numerik, Verbal, dan HOTS
Agar kecemasanmu berkurang, kita perlu mengurai isi tes kompetensi umum menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan bisa kamu latih satu per satu. Di berbagai konteks seleksi di Indonesia, termasuk seleksi OJK, struktur soal tes kompetensi umum umumnya mencakup tiga pilar utama: penalaran logis, kemampuan numerik, dan kemampuan verbal/pemahaman bacaan. Di beberapa tes akademik seperti TKA UTBK, ditambah juga dengan soal-soal HOTS.
1. Penalaran Logis: Melatih Otak untuk Berpikir Runtut
Bagian penalaran logis dalam tes kompetensi umum biasanya berisi:
- Pola gambar atau angka (mencari kelanjutan pola).
- Silogisme (premis–premis yang harus ditarik kesimpulannya).
- Logika pernyataan (benar–salah, jika–maka).
- Diagram atau hubungan antar kelompok (misalnya diagram Venn).
Contoh tipe soal sederhana (bukan soal resmi OJK, hanya ilustrasi):
Semua pegawai OJK adalah pegawai negeri.
Beberapa pegawai negeri adalah analis keuangan.Kesimpulan yang tepat adalah…
A. Semua analis keuangan adalah pegawai OJK
B. Beberapa pegawai OJK adalah analis keuangan
C. Semua pegawai negeri adalah pegawai OJK
D. Tidak ada pegawai OJK yang menjadi analis keuangan
Di sini, kamu dilatih untuk tidak terburu-buru. Dengan menelaah premis, kamu akan melihat bahwa kesimpulan yang pasti benar adalah “Beberapa pegawai negeri adalah analis keuangan”, tetapi tidak ada informasi langsung bahwa pegawai OJK termasuk di dalam kelompok analis keuangan. Jadi, kamu harus memilih jawaban yang benar-benar didukung premis, bukan yang “terasa masuk akal”.
Kecemasan sering muncul karena peserta merasa “kok soalnya muter-muter”. Padahal, dengan latihan rutin, pola soal logika di tes kompetensi umum akan terasa berulang dan bisa kamu kenali.
2. Kemampuan Numerik: Angka, Persentase, dan Data
Di bagian numerik, tes kompetensi umum biasanya menguji:
- Operasi dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian).
- Persentase, rasio, dan perbandingan.
- Pertumbuhan (misalnya pertumbuhan tahunan).
- Interpretasi tabel, grafik, atau diagram.
- Soal cerita yang melibatkan logika matematika sederhana.
Contoh ilustrasi:
Sebuah portofolio investasi OJK tumbuh 8% pada tahun pertama dan 12% pada tahun kedua. Jika nilai awal portofolio adalah 100, berapa nilainya setelah dua tahun?
Di sini, kamu tidak boleh menjumlahkan 8% + 12% lalu mengalikan sekali. Kamu harus menghitung bertahap:
Tahun pertama: 100 → 108
Tahun kedua: 108 × 1,12 = 120,96
Latihan soal numerik di tes kompetensi umum akan membiasakan kamu untuk berhitung cepat dan akurat, terutama di bawah tekanan waktu. Ini sangat relevan dengan pekerjaan di OJK yang sering berurusan dengan angka, laporan, dan data statistik industri keuangan.
3. Kemampuan Verbal dan Pemahaman Bacaan: Mengolah Informasi Tertulis
Bagian verbal dalam tes kompetensi umum biasanya meliputi:
- Sinonim dan antonim (padanan kata dan lawan kata).
- Analogi kata (hubungan antara dua kata).
- Pemahaman bacaan (reading comprehension).
- Menarik inferensi (kesimpulan) dari teks.
- Menentukan ide pokok atau maksud penulis.
Contoh ilustrasi soal pemahaman bacaan:
OJK memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dengan mengawasi lembaga jasa keuangan dan melindungi kepentingan konsumen. Dalam menjalankan tugasnya, OJK perlu memastikan bahwa setiap lembaga jasa keuangan mematuhi regulasi yang berlaku.
Berdasarkan paragraf di atas, pernyataan yang paling tepat adalah…
A. OJK hanya berfokus pada perlindungan konsumen
B. OJK tidak berperan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan
C. OJK mengawasi lembaga jasa keuangan dan melindungi konsumen
D. OJK membuat regulasi tanpa mengawasi pelaksanaannya
Jawaban yang tepat adalah C, karena itu yang paling sesuai dengan informasi di teks. Di sini, tes kompetensi umum mengukur kemampuanmu menangkap inti informasi, bukan sekadar membaca cepat.
Kemampuan verbal ini sangat penting di OJK, mengingat kamu akan sering membaca regulasi, surat edaran, laporan, dan dokumen hukum. Tes kompetensi umum menjadi “simulasi mini” dari aktivitas tersebut.
4. Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) di Konteks Akademik
Di dunia seleksi perguruan tinggi, terutama di Tes Kompetensi Akademik (TKA) UTBK, banyak soal yang dirancang dalam format HOTS. Artinya, bukan hanya menghafal rumus atau definisi, tetapi:
- Menganalisis situasi.
- Mengevaluasi argumen.
- Mencari solusi kreatif dari informasi yang diberikan.
Meskipun tes kompetensi umum di seleksi OJK tidak selalu memakai label “HOTS”, banyak soal yang sebenarnya menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi, terutama di penalaran logis dan pemahaman bacaan. Jadi, latihan soal HOTS dari sumber-sumber TKA bisa menjadi bekal bagus untuk mengasah otakmu.
Konteks Penggunaan tes kompetensi umum: Dari Kampus, OJK, hingga Dunia Kerja
Agar kamu semakin paham betapa luasnya penggunaan tes kompetensi umum, mari kita lihat beberapa konteks di Indonesia.
1. Di Seleksi Perguruan Tinggi: Tes Kompetensi Akademik (TKA)
Di dunia kampus, istilah yang sering muncul adalah Tes Kompetensi Akademik (TKA), misalnya di UTBK. TKA mengukur penguasaan akademik bidang Saintek dan Soshum, dan sering dianggap bagian dari tes kompetensi yang lebih luas. Materinya lebih spesifik ke pelajaran (Matematika, Fisika, Ekonomi, dan sebagainya), tetapi tetap mengandung unsur penalaran, numerik, dan verbal.
Bagi kamu yang baru lulus kuliah atau masih segar dengan dunia UTBK, pengalaman menghadapi TKA bisa jadi modal bagus untuk menghadapi tes kompetensi umum di seleksi OJK. Pola berpikirnya mirip: analitis, sistematis, dan berbasis data.
2. Di Seleksi Pegawai/Instansi Negara: TKU di OJK
Dalam seleksi calon pegawai OJK, istilah yang sering dipakai adalah Tes Kemampuan Umum (TKU). Di sinilah tes kompetensi umum benar-benar terasa “nyata” bagi pejuang OJK. TKU biasanya berisi:
- Soal logika (penalaran deduktif, pola, diagram).
- Soal numerik (perhitungan, persentase, interpretasi data).
- Soal verbal (sinonim, antonim, pemahaman bacaan).
Banyak portal dan blog yang sudah membahas contoh soal TKU OJK beserta pembahasannya. Ini bisa kamu jadikan bahan latihan yang sangat relevan, karena formatnya mendekati ujian sebenarnya. Dengan mengerjakan latihan-latihan tersebut, kamu bukan hanya mengasah kemampuan, tetapi juga mengurangi kecemasan karena sudah “kenal medan”.
3. Di Rekrutmen Perusahaan: General Competency dan Tes Kemampuan Kerja
Di dunia kerja, terutama di perusahaan besar dan startup yang serius dengan proses rekrutmen, tes kompetensi umum muncul dalam bentuk:
- General competency test.
- Tes kemampuan kerja (skill tests).
- Inventori asesmen yang mengukur literasi numerik, literasi verbal, dan kemampuan teknis dasar.
Penyedia asesmen profesional seperti platform psikometri komersial mengembangkan alat tes general competency yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Perusahaan menggunakan hasil tes ini untuk menilai kecocokan kandidat dengan posisi yang dilamar, bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi kemampuan berpikir umum.
Menariknya, pola soal di tes kemampuan kerja ini sering mirip dengan tes kompetensi umum di instansi seperti OJK: ada numerik, verbal, dan penalaran. Artinya, dengan menguasai tes kompetensi umum untuk OJK, kamu juga sedang membangun fondasi yang kuat untuk karier di berbagai institusi lain.
Strategi Belajar tes kompetensi umum Tanpa Burnout: Dari Regulasi Tebal ke Latihan Terarah
Salah satu sumber kecemasan terbesar pejuang OJK adalah kombinasi antara harus belajar regulasi keuangan yang tebal dan mempersiapkan tes kompetensi umum yang terasa “abstrak”. Di sinilah kamu perlu strategi belajar yang manusiawi: efektif, tapi tidak membuatmu kelelahan mental.
1. Pahami Dulu Pola, Baru Gas Latihan
Banyak peserta langsung mengerjakan ratusan soal tes kompetensi umum tanpa memahami pola. Akibatnya, mereka cepat lelah dan merasa “kok aku bodoh banget ya?”. Padahal, langkah yang lebih sehat adalah:
- Baca dulu ringkasan materi tiap bagian: logika, numerik, verbal.
- Lihat contoh soal dan pembahasan untuk tiap tipe.
- Baru setelah itu, kerjakan paket soal secara bertahap.
Dengan cara ini, otakmu punya “peta” dulu sebelum diajak lari maraton. Kamu akan lebih tenang karena tahu apa yang sedang kamu hadapi.
2. Latihan Teratur, Bukan Sekali Duduk Langsung 5 Jam
Untuk tes kompetensi umum, kualitas latihan lebih penting daripada durasi sekali duduk. Cobalah pola seperti ini:
- 30–45 menit latihan logika.
- Istirahat 10–15 menit.
- 30–45 menit latihan numerik.
- Istirahat lagi.
- 30–45 menit latihan verbal.
Dengan pola ini, kamu memberi waktu otak untuk memproses pola soal tanpa overload. Konsistensi harian selama beberapa minggu jauh lebih efektif daripada belajar “ngebut” dua hari sebelum ujian.
3. Simulasi Waktu: Biasakan Diri dengan Tekanan Jam
Karena tes kompetensi umum hampir selalu berbatas waktu, kamu perlu membiasakan diri dengan kondisi tersebut. Setelah memahami materi dan mengerjakan soal per topik, mulailah:
- Mengerjakan paket soal lengkap dengan timer.
- Mencatat berapa banyak soal yang bisa kamu selesaikan dengan benar.
- Mengevaluasi: apakah kamu terlalu lama di satu soal? Apakah kamu panik saat waktu hampir habis?
Dari sini, kamu bisa mengembangkan strategi pribadi, misalnya:
- Lewati dulu soal yang terlalu panjang, kerjakan yang lebih pendek.
- Tetapkan batas waktu per soal (misalnya maksimal 1–1,5 menit).
- Jangan terpaku pada satu soal yang membuatmu buntu.
4. Manajemen Emosi: Cara Menghadapi Kecemasan Sebelum dan Saat Ujian
Sebagai mentor yang mendukungmu, penting untuk mengakui bahwa kecemasan itu wajar. Yang utama adalah bagaimana kamu mengelolanya. Beberapa langkah praktis:
- Validasi perasaanmu: “Aku memang cemas, tapi ini wajar. Banyak orang lain juga merasakannya.”
- Fokus pada proses, bukan hasil: Alih-alih terus memikirkan “Kalau gagal gimana?”, fokuslah pada “Hari ini aku latihan berapa soal?”.
- Latihan pernapasan singkat sebelum dan saat ujian: tarik napas dalam 4 detik, tahan 4 detik, hembuskan 4–6 detik. Ulangi beberapa kali untuk menurunkan ketegangan.
- Kurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di grup belajar. Setiap orang punya ritme dan titik awal yang berbeda.
Di titik ini, kalau kamu merasa butuh panduan yang lebih terstruktur dan latihan yang sudah disusun sesuai pola soal OJK, mengikuti bimbingan belajar online khusus seleksi OJK bisa jadi langkah cerdas agar persiapanmu lebih terarah dan tidak sendirian.
5. Menggabungkan Belajar Regulasi OJK dan tes kompetensi umum
Banyak pejuang OJK bingung: “Aku harus fokus ke regulasi dulu atau tes kompetensi umum dulu?” Jawabannya: keduanya penting, tapi bisa diatur ritmenya.
Kamu bisa mencoba pola harian seperti:
- Pagi/siang (saat otak masih segar): latihan tes kompetensi umum (logika, numerik, verbal).
- Sore/malam: membaca regulasi OJK, ringkasan undang-undang, atau materi substansi.
Untuk regulasi yang tebal, jangan langsung baca dari halaman pertama sampai terakhir. Gunakan strategi:
- Cari ringkasan atau poin-poin penting dulu.
- Tandai istilah kunci dan buat catatan kecil.
- Baca bagian yang sering muncul di soal atau pembahasan seleksi sebelumnya.
- Diskusikan dengan teman atau tutor agar lebih mudah dicerna.
Dengan cara ini, kamu tidak merasa “tenggelam” dalam teks hukum, dan tetap punya waktu mengasah kemampuan tes kompetensi umum.
Sumber Latihan tes kompetensi umum: Dari Blog, Kuis Online, hingga Paket Tryout
Agar persiapanmu makin konkret, kamu perlu tahu di mana saja bisa menemukan bahan latihan tes kompetensi umum yang relevan.
1. Blog dan Portal Pendidikan
Beberapa portal pendidikan di Indonesia menyediakan penjelasan tentang Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan contoh soal UTBK. Meskipun fokusnya ke seleksi perguruan tinggi, banyak soal penalaran, numerik, dan verbal yang sangat berguna untuk melatih kemampuan dasar yang juga diuji di tes kompetensi umum OJK.
Kamu bisa memanfaatkan:
- Penjelasan konsep dasar penalaran dan numerik.
- Contoh soal HOTS yang mengasah kemampuan analisis.
- Tips mengerjakan soal dengan cepat dan tepat.
2. Portal dan Blog Khusus Seleksi OJK
Ada juga portal yang secara spesifik membahas tes kemampuan umum di seleksi OJK, lengkap dengan:
- Contoh paket soal TKU.
- Pembahasan langkah demi langkah.
- Tips manajemen waktu khusus untuk format ujian OJK.
Ini sangat berharga karena mendekatkanmu dengan “rasa” ujian sebenarnya. Semakin sering kamu berlatih dengan format yang mirip, semakin berkurang rasa kaget saat hari H.
3. Platform Kuis dan Latihan Online
Beberapa platform kuis online menyediakan latihan tes kompetensi umum yang bisa kamu kerjakan secara cepat, misalnya:
- Kuis penalaran logis.
- Kuis numerik dasar.
- Kuis verbal (sinonim, antonim, analogi).
Kelebihan platform seperti ini adalah:
- Bisa dikerjakan kapan saja, bahkan di sela-sela aktivitas.
- Cocok untuk “pemanasan otak” harian.
- Membantu menjaga ritme latihan tanpa terasa terlalu berat.
4. Dokumen/Ebook Latihan
Ada juga dokumen atau ebook latihan tes kompetensi umum yang berisi:
- Paket soal lengkap.
- Kunci jawaban.
- Kadang disertai pembahasan.
Kamu bisa menggunakan ini untuk simulasi ujian mandiri di rumah. Atur waktu, kerjakan seolah-olah sedang ujian sungguhan, lalu koreksi dan evaluasi.
5. Alat Asesmen Komersial dan Psikometrik
Di dunia HR dan rekrutmen, penyedia asesmen profesional mengembangkan tes general competency yang:
- Mengukur beberapa kompetensi umum sekaligus.
- Sudah diuji validitas dan reliabilitasnya.
- Menyajikan laporan hasil yang cukup rinci.
Meskipun ini lebih sering digunakan oleh perusahaan untuk menilai kandidat, memahami bahwa standar tes seperti ini ada di luar sana bisa membuatmu lebih menghargai pentingnya tes kompetensi umum. Kamu tidak hanya sedang mengejar lolos OJK, tetapi juga sedang membangun profil kompetensi yang diakui secara luas di dunia kerja.
Baca Juga: lolos ojk dari Takut Gagal sampai Siap Tembus Tes Regulator!
Tips Teknis Menghadapi tes kompetensi umum OJK: Langkah demi Langkah
Untuk menutup pembahasan teknis, berikut beberapa tips praktis yang bisa langsung kamu terapkan dalam persiapan tes kompetensi umum, khususnya untuk seleksi OJK.
1. Buat Jadwal Belajar yang Realistis
- Tentukan berapa minggu lagi menuju tes.
- Bagi waktu antara tes kompetensi umum dan materi substansi/regulasi.
- Sisihkan waktu khusus untuk simulasi ujian minimal seminggu sekali.
2. Fokus pada Tiga Pilar: Logika, Numerik, Verbal
Setiap minggu, pastikan kamu menyentuh ketiga pilar ini:
- Logika: minimal 30–40 soal per minggu.
- Numerik: latihan soal persentase, rasio, dan interpretasi data.
- Verbal: latihan sinonim, antonim, dan pemahaman bacaan.
3. Analisis Kesalahanmu
Setelah mengerjakan latihan tes kompetensi umum:
- Jangan hanya lihat skor.
- Tandai soal yang salah.
- Tanyakan: “Aku salah karena tidak paham konsep, karena ceroboh, atau karena kehabisan waktu?”
- Perbaiki satu per satu.
4. Latih Kecepatan Tanpa Mengorbankan Ketelitian
- Gunakan timer saat latihan.
- Coba targetkan peningkatan bertahap, misalnya minggu ini bisa mengerjakan 30 soal dalam 45 menit, minggu depan target 35 soal dengan akurasi tetap.
5. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental
- Tidur cukup, terutama 2–3 hari sebelum tes.
- Jangan memaksakan begadang untuk belajar regulasi atau tes kompetensi umum di malam terakhir.
- Makan teratur dan minum cukup air agar otak bekerja optimal.
Pada akhirnya, tes kompetensi umum bukanlah monster yang harus kamu takuti, melainkan gerbang yang bisa kamu lewati dengan persiapan yang tepat dan mental yang terjaga. Kamu tidak perlu sempurna untuk lolos, kamu hanya perlu cukup baik dan konsisten.
Setiap latihan yang kamu kerjakan hari ini adalah investasi kecil menuju satu momen besar: pengumuman kelulusan seleksi OJK. Teruskan langkahmu, atur strategi, kelola cemasmu, dan ingat bahwa ribuan pegawai OJK yang sekarang sudah bekerja di sana dulu juga pernah duduk di posisi yang sama seperti kamu—cemas, ragu, tapi tetap maju. Sekarang giliranmu.
Sumber Referensi
- JADIOJK.ID – Tes Kemampuan Umum OJK: Contoh & Pembahasan Lengkap
- CAMPUS.QUIPPER.COM – Tes Kompetensi Akademik (TKA)
- MEDIASCANTER.ID – Tes Kompetensi Akademik (TKA): Definisi dan Pengertiannya
- PUSMENDIK.KEMDIKBUD.GO.ID – Tes Kompetensi Akademik (TKA)
- GLINTS.COM – Tes Kemampuan Kerja: Pengertian, Jenis, dan Contoh Soalnya
- TALENTICS.ID – General Competency
- WAYGROUND.COM – Tes Kemampuan Umum
- ID.SCRIBD.COM – Tes Kompetensi Umum Level 1
Bimbel PCS-9 & PCT-3 OJK Tahun 2025
Mau Lolos? Join Grup dan Bimbelnya Sekarang!👇🏻👇🏻
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiOJK: Temukan aplikasi JadiOJK di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiOJK Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELOJK” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiOJK karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal OJK 2025!!!
- Dapatkan ribuan soal ojk 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi OJK 2025
- Ratusan Latsol OJK 2025
- Puluhan paket Simulasi OJK 2025
- dan masih banyak lagi yang lainnya


