soal tes ojk Bikin Deg-degan Ini Rahasia Lolos Asesmen OJK!

soal tes ojk adalah salah satu momok terbesar buat para pejuang seleksi Otoritas Jasa Keuangan, apalagi di tahap Asesmen 1 yang berisi Tes Potensi Akademik, Tes Bahasa Inggris, dan Tes OJK/Tes Kemampuan Umum (TKU). Di tengah ketatnya persaingan dan materi yang terasa “berat” seperti regulasi keuangan, perbankan, pasar modal, sampai logika dan grafik, wajar kalau kamu merasa cemas.

Namun, justru karena persaingan ketat inilah, pemahaman yang baik tentang pola soal tes ojk bisa jadi pembeda besar antara yang gugur dan yang lanjut ke tahap berikutnya. Di artikel ini, kita akan membedah tipe-tipe soal, contoh konkret, cara berpikir yang benar, sampai strategi belajar regulasi OJK yang tebal supaya terasa lebih ringan dan terstruktur.

Memahami Dulu: Apa Itu soal tes ojk dan Kenapa Terasa “Berat”?

Sebelum nyemplung ke contoh soal, penting untuk paham dulu konteks soal tes ojk dalam proses rekrutmen. Setelah lolos seleksi administrasi, kamu akan masuk ke Asesmen 1 yang umumnya terdiri dari:

  • Tes Potensi Akademik (TPA/Tes Potensi Skolastik)
  • Tes Bahasa Inggris
  • Tes OJK atau Tes Kemampuan Umum (TKU) yang spesifik ke dunia keuangan dan peran OJK

Di sinilah soal tes ojk muncul dalam berbagai bentuk, terutama:

  1. Tes Kemampuan Umum (TKU)

    Berisi:
    • Pengetahuan umum dan isu ekonomi terkini
    • Dasar-dasar ekonomi dan lembaga keuangan (perbankan, pasar modal, asuransi, dana pensiun, pembiayaan, kebijakan moneter dan fiskal)
    • Tugas, fungsi, dan wewenang OJK, termasuk struktur organisasi dan regulasi seperti POJK
  2. Tes Pengetahuan dan Pemahaman (TPD)

    Lebih ke logika, penarikan kesimpulan, silogisme, dan analisis pernyataan. Di sini, soal tes ojk menguji cara kamu berpikir runtut, bukan sekadar hafalan.


  3. Soal Matematika, Grafik, dan Deret Angka

    Biasanya muncul dalam bentuk interpretasi grafik, persentase, deret bilangan, dan perhitungan sederhana tapi butuh ketelitian.


  4. Soal Esai tentang OJK dan Keuangan

    Menguji kemampuan kamu menjelaskan konsep, misalnya fungsi utama OJK, peran OJK dalam literasi keuangan, atau pengawasan Lembaga Keuangan Mikro.


  5. Fit and Proper Test (khusus posisi tertentu)

    Biasanya untuk jabatan tinggi atau direktur, berisi pertanyaan ya/tidak terkait integritas, riwayat pidana, kepailitan, dan sebagainya.


Karena cakupannya luas, soal tes ojk sering terasa “campur aduk”: ada ekonomi, ada hukum, ada logika, ada matematika. Di sinilah banyak peserta mulai overthinking dan cemas. Padahal, kalau diurai pelan-pelan, polanya cukup jelas dan bisa dipelajari secara sistematis.

Anatomi soal tes ojk: Dari Regulasi, Ekonomi, sampai Logika

Anatomi soal tes ojk: Dari Regulasi, Ekonomi, sampai Logika

Di bagian ini, kita akan membedah tipe-tipe soal tes ojk yang paling sering muncul, lengkap dengan contoh dan cara berpikirnya. Tujuannya bukan sekadar tahu jawabannya, tapi paham pola dan cara belajar yang efektif.

1. Soal TKU: Pengetahuan Umum, Ekonomi, dan Lembaga Keuangan

Pada bagian ini, soal tes ojk biasanya menguji seberapa paham kamu terhadap:

  • Lingkup pengawasan OJK
  • Sektor-sektor jasa keuangan yang diawasi
  • Produk dan instrumen keuangan (bank, pasar modal, asuransi, dana pensiun, pembiayaan)
  • Kebijakan moneter dan fiskal secara umum
  • Isu ekonomi dan keuangan terkini

Contoh pola soal: Lingkup Pengawasan OJK

OJK mengawasi lembaga apa saja?
A. Hanya bank umum
B. Bank dan lembaga keuangan non-bank
C. Hanya lembaga keuangan non-bank
D. Hanya pasar modal

Jawaban: B. Bank dan lembaga keuangan non-bank

Dari contoh ini, kamu bisa lihat bahwa soal tes ojk tidak hanya menanyakan “apa itu OJK”, tapi juga lingkup pengawasannya yang luas: perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya.

Contoh pola soal: Sektor yang diawasi OJK

Sektor berikut yang termasuk dalam pengawasan OJK adalah…
A. Pertanian, perikanan, dan kehutanan
B. Perdagangan besar dan eceran
C. Industri manufaktur
D. Perasuransian, pembiayaan, dana pensiun

Jawaban: D. Perasuransian, pembiayaan, dana pensiun

Soal seperti ini sering muncul untuk menguji apakah kamu benar-benar paham bahwa OJK fokus pada sektor jasa keuangan, bukan semua sektor ekonomi.

Contoh pola soal: Produk perbankan

Produk bank yang digunakan untuk pembiayaan rumah tinggal adalah…
A. Kartu Kredit
B. Kredit Tanpa Agunan (KTA)
C. Kredit Modal Kerja
D. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Jawaban: D. Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Soal tes ojk tipe ini sebenarnya cukup “dasar”, tapi sering menjebak kalau kamu kurang familiar dengan istilah produk keuangan.

Contoh pola soal: Manfaat asuransi

Salah satu manfaat utama asuransi bagi nasabah adalah…
A. Menjamin keuntungan investasi
B. Menghilangkan semua risiko
C. Menambah utang nasabah
D. Terdapat pengalihan risiko

Jawaban: D. Terdapat pengalihan risiko

Di sini, soal tes ojk menguji konsep dasar: asuransi bukan menghilangkan risiko, tapi mengalihkan risiko finansial dari nasabah ke perusahaan asuransi.

Strategi belajar bagian ini:

  • Buat ringkasan singkat tentang:
    • Pengertian OJK, tujuan, fungsi, dan wewenang
    • Sektor yang diawasi: perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya
    • Produk dasar: tabungan, deposito, KPR, KTA, saham, obligasi, reksa dana, asuransi jiwa/umum, dana pensiun
  • Latih diri dengan kumpulan soal tes ojk TKU (20–80 soal per sesi) untuk mengenali pola pertanyaan.
2. Soal tentang Tugas, Fungsi, dan Wewenang OJK (Termasuk Esai)

Bagian ini adalah “jantung” soal tes ojk. Kamu akan sering menemukan pertanyaan, baik pilihan ganda maupun esai, yang menguji pemahaman tentang:

  • Fungsi utama OJK
  • Tugas OJK di berbagai sektor (bank, pasar modal, asuransi, LKM)
  • Peran OJK dalam melindungi konsumen dan menjaga stabilitas sistem keuangan
  • Upaya OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan

Contoh soal esai: Fungsi utama OJK

Jelaskan fungsi utama Otoritas Jasa Keuangan (OJK)!

Jawaban yang diharapkan biasanya mencakup poin-poin seperti:

  • Mengatur dan mengawasi kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan, pasar modal, dan IKNB (Industri Keuangan Non-Bank)
  • Menjaga stabilitas sistem keuangan
  • Melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat
  • Mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil

Dalam soal tes ojk bentuk esai, yang dinilai bukan hanya isi, tapi juga:

  • Struktur jawaban (ada pembukaan, isi, penutup singkat)
  • Ketepatan istilah
  • Keringkasan dan kejelasan

Contoh soal esai: Tugas OJK terkait Lembaga Keuangan Mikro (LKM)

Apa tugas OJK terkait Lembaga Keuangan Mikro (LKM)?

Garis besar jawaban:

  • Mengatur dan mengawasi LKM agar beroperasi sesuai ketentuan
  • Memberikan izin usaha dan melakukan pembinaan
  • Melindungi nasabah LKM dari praktik yang merugikan
  • Memastikan LKM berkontribusi pada inklusi keuangan secara sehat

Contoh soal esai: Literasi keuangan

Bagaimana OJK meningkatkan literasi keuangan masyarakat?

Poin-poin yang bisa kamu tulis:

  • Menyusun dan melaksanakan Strategi Nasional Literasi Keuangan
  • Mengadakan program edukasi keuangan (seminar, sosialisasi, kampanye)
  • Menerbitkan materi edukasi (buku saku, modul, konten digital)
  • Bekerja sama dengan lembaga pendidikan, industri keuangan, dan instansi lain

Tips menjawab esai soal tes ojk:

  1. Gunakan struktur PARA:
    • Point: Sampaikan inti jawaban di kalimat pertama.
    • Alasan: Jelaskan mengapa/apa tujuannya.
    • Rincian: Tambahkan contoh atau penjabaran singkat.
    • Akhiri: Tutup dengan kalimat ringkas yang menegaskan kembali poin utama.
  2. Jangan menulis terlalu bertele-tele. Fokus pada istilah kunci: “mengatur dan mengawasi”, “melindungi konsumen”, “stabilitas sistem keuangan”, “literasi dan inklusi keuangan”.
  3. Latih menulis jawaban esai dalam waktu terbatas (misalnya 5–7 menit per soal) agar terbiasa berpikir cepat dan terstruktur.
3. soal tes ojk Tipe Logika & TPD: Bukan Hafalan, tapi Cara Berpikir

Selain materi substansi keuangan, soal tes ojk juga berisi Tes Pengetahuan dan Pemahaman (TPD) yang menguji logika, kemampuan menarik kesimpulan, dan konsistensi berpikir. Di sinilah banyak peserta merasa “mentok” karena terbiasa menghafal, bukan melatih cara berpikir.

a. Soal Silogisme: “Semua A adalah B…”

Contoh klasik yang sering muncul dalam soal tes ojk:

Diketahui:
– Semua A adalah B
– Semua B adalah C

Kesimpulan yang benar adalah…
A. Semua A adalah C
B. Semua C adalah A
C. Sebagian A bukan C
D. Tidak ada hubungan antara A dan C

Jawaban: A. Semua A adalah C

Cara berpikirnya:

  • Kalau semua A termasuk dalam B, dan semua B termasuk dalam C, maka otomatis semua A juga termasuk dalam C.
  • Jangan terjebak dengan pilihan “semua C adalah A” karena itu kebalik.

b. Soal Logika dengan Kondisi (Jika… maka…)

Contoh lain dalam soal tes ojk TPD:

Jika mangga empuk, kuning, dan wangi, maka mangga siap panen.

Diketahui:
– Mangga A empuk, kuning, dan wangi.
– Mangga B manis dan mahal.

Pertanyaan:
Apakah dapat disimpulkan bahwa jika mangga manis maka mangga mahal?

Pilihan:
A. Ya, selalu benar
B. Ya, jika mangga empuk
C. Tidak dapat disimpulkan
D. Pasti salah

Jawaban: C. Tidak dapat disimpulkan

Alasannya:

  • Informasi “manis” dan “mahal” tidak dikaitkan secara logis dalam premis awal.
  • Premis hanya menghubungkan “empuk, kuning, wangi” dengan “siap panen”.
  • Jadi, hubungan “manis → mahal” tidak punya dasar logis yang cukup.

Strategi menghadapi soal logika dalam soal tes ojk:

  • Biasakan menggambar diagram sederhana (misalnya lingkaran untuk himpunan A, B, C).
  • Fokus pada kata kunci: “semua”, “sebagian”, “tidak ada”, “jika… maka…”.
  • Jangan menambah asumsi di luar informasi yang diberikan.
4. soal tes ojk Matematika, Grafik, dan Deret Angka: Latihan Pola, Bukan Hitung Rumit
Anatomi soal tes ojk: Dari Regulasi, Ekonomi, sampai Logika

Banyak peserta takut dengan bagian ini karena merasa “bukan anak matematika”. Padahal, soal tes ojk di bagian numerik umumnya tidak serumit ujian kalkulus; yang diuji lebih ke:

  • Ketelitian membaca grafik
  • Pemahaman persentase dan perbandingan
  • Pola deret angka
  • Perhitungan sederhana dengan logika yang benar

a. Contoh: Menghitung dari Grafik/Diagram

Misalnya, kamu diberi grafik persentase peserta laki-laki dan perempuan di beberapa tahun, lalu diminta menghitung jumlah peserta perempuan berdasarkan total peserta.

Contoh pola:

Total peserta 2024 adalah 540 orang, dengan 40% perempuan.
Berapa jumlah peserta perempuan?

Cara hitung:

  • 40% × 540 = 0,4 × 540 = 216 orang.

Kadang, soal tes ojk menambahkan sedikit twist, misalnya membandingkan dua tahun, atau mengurangi peserta yang lulus/gagal. Intinya, kuasai:

  • Persentase dasar
  • Perbandingan (rasio)
  • Penjumlahan dan pengurangan sederhana

b. Contoh: Deret Angka

1, 4, 9, 16, 25, …
Angka selanjutnya adalah?

Pola:

  • 1 = 1²
  • 4 = 2²
  • 9 = 3²
  • 16 = 4²
  • 25 = 5²

Maka angka berikutnya: 6² = 36.

Soal tes ojk sering menggunakan pola kuadrat, kubik, atau penjumlahan berulang. Kuncinya adalah:

  • Lihat selisih antarangka
  • Cek apakah ada pola pangkat (², ³)
  • Jangan langsung menebak tanpa mencari pola

c. Contoh: Pertumbuhan Persentase (Bunga Majemuk Sederhana)

Pendapatan seseorang Rp10.000.000 per bulan.
Setiap bulan pendapatan naik 15%.
Berapa pendapatan pada bulan ke-3?

Pola:

  • Bulan 1: 10.000.000
  • Bulan 2: 10.000.000 × 1,15 = 11.500.000
  • Bulan 3: 11.500.000 × 1,15 ≈ 13.225.000 (sekitar Rp13.230.500 tergantung pembulatan)

Di soal tes ojk, angka bisa sedikit berbeda, tapi konsepnya sama: pertumbuhan persentase yang berulang (bunga majemuk).

Tips menghadapi soal numerik:

  • Latih hitung cepat persentase (10%, 15%, 20%, 25%).
  • Biasakan menulis langkah singkat di kertas coret-coret agar tidak salah hitung.
  • Fokus pada ketelitian, bukan kecepatan ekstrem; salah satu soal benar lebih baik daripada banyak soal tapi banyak salah.
5. Fit and Proper Test dalam soal tes ojk: Menguji Integritas, Bukan Hafalan

Untuk posisi tertentu (terutama level manajerial atau direktur), ada juga soal tes ojk yang sifatnya fit and proper test. Bentuknya sering kali ya/tidak, tapi yang diuji adalah integritas dan rekam jejak.

Contoh pola soal:

Apakah Anda pernah dijatuhi hukuman pidana terkait keuangan dalam 20 tahun terakhir?
A. Ya
B. Tidak

Jawaban yang diharapkan untuk kandidat yang layak tentu B. Tidak.

Apakah Anda pernah dinyatakan pailit atau dilarang melakukan kegiatan investasi oleh pengadilan?
A. Ya
B. Tidak

Lagi-lagi, jawaban ideal adalah B. Tidak.

Walaupun kamu sebagai peserta rekrutmen awal mungkin belum sampai ke tahap ini, memahami bahwa soal tes ojk juga menyentuh aspek integritas akan membantu kamu mempersiapkan diri secara mental: OJK mencari orang yang bukan hanya pintar, tapi juga bersih dan dapat dipercaya.

6. Strategi Belajar soal tes ojk: Biar Regulasi Tebal Tetap Masuk ke Kepala

Salah satu sumber kecemasan terbesar adalah: “Kak, regulasi OJK dan materi keuangannya tebal banget. Gimana cara belajarnya?” Di sinilah kamu perlu strategi, bukan sekadar niat kuat.

a. Pecah Materi Jadi “Chunk” Kecil

Daripada membaca regulasi atau ringkasan OJK dari awal sampai akhir dalam sekali duduk, pecah materi menjadi beberapa bagian:

  • Bagian 1: Pengertian, tujuan, fungsi, dan wewenang OJK
  • Bagian 2: Struktur organisasi OJK dan sektor pengawasan
  • Bagian 3: Perbankan (jenis bank, produk utama, prinsip kehati-hatian)
  • Bagian 4: Pasar modal (saham, obligasi, reksa dana, instrumen syariah)
  • Bagian 5: Asuransi, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan
  • Bagian 6: Perlindungan konsumen dan literasi keuangan

Belajar 1–2 bagian per hari jauh lebih realistis dan tidak membuatmu burn out. Di setiap bagian, langsung kaitkan dengan contoh soal tes ojk yang relevan.

b. Gunakan Teknik “Belajar Aktif”, Bukan Hanya Membaca

  • Setelah membaca satu subbab, coba jelaskan ulang dengan kata-katamu sendiri (bisa lisan atau tulisan).
  • Buat mind map sederhana: OJK di tengah, lalu cabang ke perbankan, pasar modal, asuransi, dll.
  • Latih diri dengan soal tes ojk yang sesuai topik; misalnya, habis belajar pasar modal, kerjakan 10–15 soal tentang saham, obligasi, reksa dana, dan instrumen syariah.

c. Fokus pada Pola, Bukan Menghafal Kata per Kata

Untuk regulasi seperti POJK, kamu tidak perlu menghafal nomor pasal satu per satu. Yang penting:

  • Paham prinsip utama (misalnya asas independensi, kepastian hukum, kepentingan umum).
  • Tahu tujuan besar regulasi tersebut (melindungi konsumen, menjaga stabilitas, mengatur perilaku pelaku usaha jasa keuangan).
  • Bisa menjelaskan dengan bahasa sederhana.

d. Latihan Soal dengan Simulasi Waktu

Karena soal tes ojk biasanya dibatasi waktu (misalnya 15–30 menit per paket), biasakan:

  • Kerjakan 20–30 soal dalam waktu tertentu.
  • Setelah selesai, cek jawaban dan analisis kesalahan:
    • Apakah karena tidak paham konsep?
    • Atau karena terburu-buru dan kurang teliti?

Di titik ini, kalau kamu merasa butuh panduan lebih terstruktur, ikut bimbingan belajar online khusus seleksi OJK (yang menyediakan live class dan paket tryout mirip asli) bisa sangat membantu untuk mengurangi trial and error sendiri.

7. Mengelola Kecemasan saat Menghadapi soal tes ojk

Sebagai “Supportive Mentor”, bagian ini penting: kamu bukan hanya butuh ilmu, tapi juga butuh ketenangan mental.

a. Normalisasi Rasa Takut

Merasa takut atau cemas menghadapi soal tes ojk itu normal. Kamu sedang bersaing memperebutkan posisi di regulator keuangan nasional; wajar kalau taruhannya terasa besar. Yang tidak normal adalah kalau kamu membiarkan rasa takut itu membuatmu berhenti belajar.

b. Ubah Cara Pandang: Dari “Ujian Menakutkan” jadi “Game Strategi”

Anggap soal tes ojk sebagai game dengan beberapa level:

  • Level 1: Pahami OJK dan sektor keuangan secara umum
  • Level 2: Kuasai logika dan TPD
  • Level 3: Latih numerik dan grafik
  • Level 4: Latih esai dan cara menjelaskan konsep

Setiap kali kamu menaklukkan satu level (misalnya sudah paham fungsi OJK dan bisa menjawab 80% soal terkait dengan benar), beri apresiasi ke diri sendiri. Ini membantu menjaga motivasi.

c. Bangun Rutinitas Belajar yang Realistis

Daripada belajar 6 jam dalam satu hari lalu berhenti 3 hari, lebih baik:

  • 1–2 jam per hari, konsisten.
  • 30 menit: baca dan rangkum materi.
  • 30–60 menit: latihan soal tes ojk dan pembahasan.
  • 10 menit terakhir: catat hal-hal yang masih membingungkan untuk ditanyakan ke mentor/teman atau dicari lagi.

d. Simulasi Hari H

Beberapa hari sebelum tes:

  • Coba kerjakan satu paket soal tes ojk lengkap (TKU + logika + numerik) dengan waktu yang mirip ujian.
  • Latih juga manajemen waktu: jangan terlalu lama di satu soal.
  • Setelah simulasi, evaluasi: bagian mana yang paling lemah? Itulah yang kamu fokuskan di sisa waktu.

Pada akhirnya, soal tes ojk bukan dirancang untuk menjatuhkanmu, tapi untuk mencari kandidat yang benar-benar siap bekerja di dunia pengawasan jasa keuangan: teliti, logis, paham konsep dasar keuangan, dan mengerti peran OJK bagi masyarakat.

Dengan memecah materi menjadi bagian-bagian kecil, melatih diri dengan contoh soal yang mirip aslinya, dan mengelola kecemasan dengan baik, kamu jauh lebih siap daripada yang kamu kira. Teruslah berlatih, jangan takut dengan regulasi yang tebal, dan ingat: setiap soal yang kamu pahami hari ini adalah satu langkah lebih dekat menuju kursi pegawai OJK yang kamu impikan.

Baca Juga : soal ojk tes kemampuan umum Bikin Deg-degan tapi Bisa Kamu Taklukkan dengan Strategi Ini!

Sumber Referensi

  • MAMIKOS.COM – Contoh Soal Tes Kemampuan Umum OJK (TKU) dan Jawabannya
  • JADIOJK.ID – Tes Kemampuan Umum OJK: Contoh & Pembahasan Lengkap
  • CNNINDONESIA.COM – 30 Contoh Soal Tes OJK Pilihan Ganda dan Esai Lengkap Kunci Jawaban
  • DETIK.COM – 20 Contoh Soal Tes OJK Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasannya
  • INFOBANKNEWS.COM – Kuasai Tes OJK, Berikut Contoh Soal Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasannya
  • JADIOJK.ID – Contoh Soal Tes OJK TPD 2024
  • ID.SCRIBD.COM – Soal tes OJK
  • ID.SCRIBD.COM – 80 SOAL TES KEMAMPUAN UMUM OJK DAN PEMBAHASANNYA
  • YOUTUBE.COM – Tes Kemampuan Umum OJK (TKU) dan TPD 2024/2025

Bimbel PCS-9 & PCT-3 OJK Tahun 2025
Mau Lolos? Join Grup dan Bimbelnya Sekarang!👇🏻👇🏻

Program Bootcamp PCAM 9 OJK
Program Bootcamp PCAM 9 OJK
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiOJK: Temukan aplikasi JadiOJK di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiOJK Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELOJK” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiOJK karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal OJK 2025!!!

  • Dapatkan ribuan soal ojk 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi OJK 2025
  • Ratusan Latsol OJK 2025
  • Puluhan paket Simulasi OJK 2025
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Mau berlatih Soal-soal OJK 2025? Ayoo segera Masuk Grup Latihan Soal-soal OJK 2025 Sekarang juga!!

Scroll to Top