ojk 2026 ada apa saja–pertanyaan ini mungkin awalnya terdengar seperti topik berita ekonomi biasa. Namun, kalau kamu adalah pejuang seleksi OJK, topik ini langsung berubah jadi “materi ujian hidup” yang bisa muncul di Tes Substansi, FGD, sampai wawancara user.
Kenapa? Karena kebijakan dan agenda OJK tahun 2026 bukan hanya bicara soal pasar modal dan keuangan berkelanjutan, tetapi juga mencerminkan cara OJK berpikir, prioritas pengawasan, dan arah strategis lembaga.
Semua ini sangat mungkin diujikan dalam bentuk studi kasus, soal analisis kebijakan, atau pertanyaan “menjebak” di wawancara: “Menurut Anda, bagaimana implementasi agenda OJK 2026 terhadap perlindungan investor ritel?” Nah, supaya kamu tidak panik setiap dengar kata “roadmap”, “POJK”, atau “UBO”, kita akan kupas tuntas apa saja isi besar agenda OJK 2026, lalu menghubungkannya dengan cara belajar yang efektif untuk menghadapi seleksi OJK tanpa kewalahan oleh tebalnya regulasi.
Memahami Gambaran Besar: ojk 2026 ada apa saja dan Kenapa Penting untuk Peserta Seleksi

Sebelum masuk ke detail, kamu perlu dulu “peta besarnya”. Kalau ditanya: “ojk 2026 ada apa saja dalam agenda strategisnya?”, jawaban ringkasnya adalah: OJK menyiapkan empat agenda strategis utama yang saling terhubung, yaitu pendalaman pasar, peningkatan integritas, penguatan kelembagaan, dan pengembangan keuangan berkelanjutan. Di balik empat kata kunci ini, ada banyak kebijakan teknis yang bisa jadi bahan soal.
Secara garis besar, arah kebijakan OJK menuju 2026 mencakup:
- Pendalaman dan penguatan pasar modal
Fokus pada kualitas emiten, perluasan basis investor, transparansi kepemilikan manfaat akhir (Ultimate Beneficial Owner/UBO), serta penyempurnaan aturan listing dan exit. - Peningkatan integritas dan perlindungan investor
Termasuk pengawasan perilaku pasar, finfluencer, dan penegakan sanksi terhadap pelaku usaha jasa keuangan yang melanggar. - Penguatan kelembagaan dan pengawasan
Misalnya penguatan ketahanan siber, pengendalian internal perusahaan efek dan manajer investasi, serta integrasi sistem perizinan. - Pengembangan keuangan berkelanjutan dan inklusi keuangan daerah
Melalui pengembangan bursa karbon, roadmap keberlanjutan 2026–2030, dan Roadmap TPAKD 2026–2030 untuk memperluas akses keuangan di daerah.
Buat kamu yang sedang belajar untuk tes OJK, poin-poin di atas bukan sekadar hafalan. Ini adalah “kacamata” untuk membaca soal. Ketika kamu paham bahwa ojk 2026 ada apa saja dari sisi agenda besar, kamu akan lebih mudah:
- Menebak konteks soal studi kasus (misalnya soal tentang investor ritel yang dirugikan, atau soal UMKM di daerah 3T).
- Menyusun jawaban terstruktur di wawancara (mengaitkan jawaban dengan roadmap dan kebijakan aktual).
- Mengurangi kecemasan karena kamu merasa “punya pegangan” alih-alih sekadar menghafal pasal.
Agenda Strategis Pasar Modal 2026: Dari UBO sampai Free Float, Apa yang Perlu Kamu Kuasai?
Kalau membahas ojk 2026 ada apa saja, salah satu blok materi paling penting adalah agenda strategis pasar modal. Di sinilah banyak istilah teknis yang sering bikin peserta tes merasa “mentok”. Mari kita uraikan pelan-pelan, dengan sudut pandang calon pegawai OJK yang perlu paham konteks, bukan sekadar definisi.
1. Transparansi UBO: Kenapa OJK Begitu Menekankan Kepemilikan Manfaat Akhir?
OJK menempatkan transparansi kepemilikan manfaat akhir atau Ultimate Beneficial Owner (UBO) sebagai agenda kunci program strategis pasar modal menuju 2026. Artinya, OJK ingin memastikan bahwa siapa pun yang sebenarnya menikmati manfaat dari suatu kepemilikan saham (meskipun lewat nominee, perusahaan cangkang, atau struktur berlapis) bisa diidentifikasi dengan jelas.
Kenapa ini penting?
- Untuk meminimalisasi transaksi efek yang tidak wajar, misalnya praktik goreng saham, manipulasi harga, atau insider trading yang disamarkan lewat nama pihak lain.
- Untuk mendorong likuiditas riil yang lebih sehat, bukan likuiditas semu yang digerakkan oleh pihak-pihak yang ingin mengatur harga.
Dalam konteks seleksi OJK, materi ini bisa muncul dalam bentuk:
- Soal pemahaman konsep: “Apa yang dimaksud dengan UBO dan mengapa transparansi UBO penting bagi integritas pasar modal?”
- Studi kasus: “Seorang investor ritel dirugikan karena harga saham digoreng oleh pihak yang menyembunyikan kepemilikan lewat beberapa perusahaan. Jelaskan bagaimana kebijakan transparansi UBO dapat mengurangi risiko ini.”
Tips belajar:
Jangan hafalkan definisi UBO secara kaku. Coba pahami lewat analogi: bayangkan seseorang yang membeli rumah tapi memakai nama orang lain di sertifikat. Secara hukum tertulis, pemiliknya A, tapi yang menikmati manfaat sebenarnya B. Nah, B inilah UBO. Dengan cara ini, kamu akan lebih mudah menjelaskan kembali dengan bahasa sendiri saat tes.
2. Penyempurnaan Kebijakan Emiten: Entry, Free Float, dan Exit Policy
Masih dalam kerangka ojk 2026 ada apa saja, OJK juga akan menyempurnakan kebijakan emiten secara komprehensif. Ada tiga aspek penting yang perlu kamu kuasai, terutama untuk soal analitis:
- Perbaikan entry requirement (persyaratan masuk)
OJK ingin memastikan bahwa perusahaan yang masuk ke bursa benar-benar berkualitas, sehat, dan layak menjadi tempat masyarakat menaruh uangnya. Ini bisa berarti persyaratan keuangan, tata kelola, dan transparansi yang lebih ketat. - Peningkatan free float termasuk penerapan continuous free float
Free float adalah porsi saham yang beredar di publik dan bisa diperdagangkan. Dengan continuous free float, OJK mendorong agar porsi saham yang dimiliki publik tetap berada pada level tertentu secara berkelanjutan, bukan hanya saat IPO. Tujuannya:- Meningkatkan likuiditas.
- Mengurangi dominasi pemegang saham pengendali yang terlalu besar.
- Kejelasan kebijakan keluar (exit policy)
Exit policy mengatur bagaimana perusahaan bisa keluar dari bursa (delisting) secara tertib dan melindungi investor. Kejelasan ini penting agar investor tidak tiba-tiba “terjebak” di saham yang tidak lagi diperdagangkan.
Untuk keperluan tes, bayangkan diri kamu sebagai pihak yang harus menjelaskan ke masyarakat: mengapa aturan masuk dan keluar bursa perlu ketat? Dari situ, kamu akan lebih mudah merangkai jawaban yang utuh, bukan sekadar menyebut istilah teknis.
Contoh pola soal yang mungkin muncul:
Sebutkan dan jelaskan tiga aspek utama penyempurnaan kebijakan emiten yang menjadi fokus OJK menuju 2026, serta kaitannya dengan perlindungan investor.
Untuk menjawab, kamu bisa langsung mengaitkan dengan entry requirement, continuous free float, dan exit policy, lalu tambahkan satu-dua kalimat dampaknya bagi investor ritel.
3. Peningkatan Kualitas Emiten dan Perluasan Basis Investor
OJK menempatkan peningkatan kualitas emiten dan perluasan basis investor sebagai prioritas utama. Artinya:
- Emiten yang masuk dan bertahan di pasar modal harus punya tata kelola yang baik, laporan keuangan yang andal, dan manajemen risiko yang memadai.
- Basis investor tidak boleh hanya didominasi investor ritel yang mudah panik, tetapi juga diperkuat oleh investor institusi seperti reksa dana, asuransi, dan dana pensiun.
OJK mendorong partisipasi investor institusi dengan cara memperkuat standar tata kelola dan manajemen risiko mereka. Ini penting karena:
- Investor institusi cenderung berinvestasi jangka panjang dan lebih rasional.
- Kehadiran mereka bisa menstabilkan pasar dan mengurangi volatilitas berlebihan.
Dalam tes, kamu bisa saja mendapat pertanyaan seperti:
Jelaskan mengapa OJK mendorong peningkatan partisipasi investor institusi di pasar modal dan bagaimana hal ini berkontribusi pada pendalaman pasar.
Jawaban yang baik akan mengaitkan:
- Pendalaman pasar (market depth).
- Stabilitas harga.
- Peningkatan kepercayaan investor.
4. Perlindungan Investor Ritel dan Pengawasan Perilaku Pasar
Di sisi lain, OJK juga sangat menekankan perlindungan investor ritel. Ini diwujudkan melalui:
- Pengawasan perilaku pasar yang lebih ketat.
- Pengawasan terhadap finfluencer dan praktik yang berpotensi merugikan, misalnya promosi saham tanpa dasar analisis yang memadai atau konflik kepentingan yang disembunyikan.
Bagi peserta seleksi, ini adalah area yang sering muncul dalam bentuk:
- Pertanyaan etika: “Bagaimana pandangan Anda terhadap peran finfluencer dalam pasar modal dan apa yang sebaiknya dilakukan OJK?”
- Studi kasus: “Seorang finfluencer mempromosikan saham tertentu tanpa mengungkap bahwa ia dibayar oleh emiten tersebut. Analisis dari sudut pandang perlindungan investor.”
Tips belajar regulasi yang tebal tanpa stres:
- Gunakan pendekatan “tema”, bukan pasal per pasal.
Misalnya, untuk topik perlindungan investor, kumpulkan semua poin terkait: pengawasan perilaku pasar, finfluencer, sanksi, edukasi investor. Dengan begitu, kamu belajar per tema, bukan per dokumen. - Buat mind map sederhana.
Tulis di tengah: “ojk 2026 ada apa saja – Perlindungan Investor”. Lalu cabangkan ke: pengawasan perilaku pasar, finfluencer, sanksi, literasi, dan seterusnya. Ini membantu otak mengingat struktur, bukan sekadar detail.
Dan di titik ini, kalau kamu merasa butuh pendampingan terarah untuk mengurai semua tema besar ini jadi materi belajar yang runtut, di sinilah bimbingan belajar online khusus seleksi OJK bisa jadi “shortcut” yang sehat, bukan jalan pintas instan.
Regulasi dan Transformasi Pasar Modal: POJK, Integrasi Sistem, dan Implikasinya di Tes Substansi

Bagian lain dari ojk 2026 ada apa saja yang sering bikin peserta “ciut nyali” adalah deretan regulasi: POJK, SEOJK, PADK, dan seterusnya. Kuncinya, jangan panik melihat jumlahnya. Fokuslah pada fungsi dan arah kebijakannya, bukan menghafal nomor pasal.
1. Sepuluh POJK dan Enam SEOJK/PADK: Apa yang Perlu Kamu Tahu?
Sepanjang 2025, OJK telah menerbitkan sepuluh POJK dan enam SEOJK/PADK sebagai fondasi menuju 2026. Beberapa yang penting untuk kamu kenali antara lain:
- POJK 1/2025 tentang Derivatif Keuangan berbasis Efek
Mengatur instrumen derivatif berbasis efek, yang penting untuk pengelolaan risiko dan pengembangan produk pasar modal yang lebih maju. - POJK 9/2025 tentang Dematerialisasi Efek Ekuitas dan Aset Tidak Diklaim
Mengarah pada sistem efek yang sepenuhnya dalam bentuk elektronik (dematerialisasi), sekaligus mengatur penanganan aset yang tidak diklaim. - POJK 15/2025 tentang pemeringkatan Reksa Dana dan Manajer Investasi
Mendorong transparansi dan kualitas pengelolaan reksa dana melalui pemeringkatan yang lebih terstruktur.
Dalam tes, kamu tidak selalu diminta menghafal nomor POJK, tetapi lebih pada:
- Apa tujuan kebijakan ini?
- Bagaimana kebijakan ini mendukung pendalaman pasar dan perlindungan investor?
Contoh pertanyaan analitis:
Jelaskan bagaimana kebijakan dematerialisasi efek ekuitas dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi di pasar modal.
Kamu bisa menjawab dengan mengaitkan:
- Pengurangan risiko kehilangan fisik sertifikat.
- Kemudahan pencatatan dan pengawasan.
- Integrasi data yang lebih baik.
2. Integrasi Layanan: SPRINT OJK dan SPEK KSEI
OJK juga meluncurkan integrasi layanan melalui penyatuan SPRINT OJK dan SPEK KSEI untuk pendaftaran reksa dana. Tujuannya:
- Proses perizinan yang lebih cepat.
- Data yang lebih akurat.
- Layanan yang lebih terpusat.
Ini adalah contoh nyata bagaimana ojk 2026 ada apa saja tidak hanya soal aturan baru, tetapi juga transformasi proses. Dalam wawancara, kamu bisa saja ditanya:
Menurut Anda, apa manfaat integrasi sistem perizinan seperti SPRINT OJK dan SPEK KSEI bagi efisiensi pengawasan dan pelayanan publik?
Jawaban yang baik akan menyentuh:
- Pengurangan duplikasi data.
- Percepatan proses.
- Peningkatan transparansi dan akuntabilitas.
Tips belajar bagian regulasi dan sistem:
- Fokus pada “mengapa” dan “untuk apa”, bukan hanya “apa”.
- Latih diri menjelaskan regulasi dalam bahasa awam seolah kamu menjelaskan ke teman yang bukan anak ekonomi. Ini akan sangat membantu saat FGD dan wawancara.
3. Keuangan Berkelanjutan dan Bursa Karbon: Tema “Hijau” yang Bisa Jadi Soal Favorit
Ketika membahas ojk 2026 ada apa saja, jangan lupakan satu tema yang makin sering muncul: keuangan berkelanjutan dan perdagangan karbon. Ini bukan hanya tren global, tetapi juga agenda resmi OJK.
Buku “Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan”
Pada Juli 2025, OJK meluncurkan buku “Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan” sebagai rujukan industri. Buku ini:
- Menjelaskan konsep dasar perdagangan karbon.
- Menunjukkan peran sektor jasa keuangan dalam mendukung ekonomi hijau.
- Menjadi pijakan untuk memperkuat ekosistem bursa karbon di Indonesia.
Fokus 2026: Perluasan Pengguna Bursa Karbon dan Roadmap Keberlanjutan 2026–2030
Untuk 2026, OJK fokus pada:
- Perluasan pengguna jasa bursa karbon
Artinya, semakin banyak pelaku usaha yang diharapkan memanfaatkan bursa karbon untuk memenuhi kewajiban atau komitmen pengurangan emisi. - Pengembangan roadmap keberlanjutan 2026–2030
Roadmap ini akan menjadi panduan jangka menengah bagi sektor jasa keuangan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam bisnis dan pengelolaan risiko.
Dalam tes, topik ini bisa muncul dalam bentuk:
- Pertanyaan opini terarah: “Bagaimana peran OJK dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau?”
- Studi kasus: “Sebuah bank ingin memperluas pembiayaan hijau. Jelaskan bagaimana kebijakan OJK terkait keuangan berkelanjutan dapat mendukung langkah tersebut.”
Cara belajar tanpa kewalahan:
- Pahami dulu konsep besarnya: keuangan berkelanjutan = integrasi aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam keputusan keuangan.
- Baru kemudian kaitkan dengan peran OJK: mengatur, mengawasi, dan mendorong industri agar sejalan dengan prinsip ESG dan target pengurangan emisi.
4. Penguatan Kelembagaan dan Pengawasan: Ketahanan Siber, Sanksi, dan Integritas Lembaga
ojk 2026 ada apa saja juga menyentuh aspek internal dan pengawasan eksternal. Ini penting karena OJK bukan hanya pembuat aturan, tetapi juga penegak dan pengawas.
Ketahanan Siber dan Pengendalian Internal
OJK akan memperkuat ketahanan siber dan pengendalian internal bagi:
- Perusahaan efek.
- Manajer investasi.
Di era digital, risiko serangan siber, kebocoran data, dan gangguan sistem bisa berdampak langsung pada kepercayaan investor. Karena itu, penguatan ketahanan siber menjadi bagian penting dari agenda pengawasan.
Dalam tes, kamu bisa saja diminta:
- Menjelaskan pentingnya ketahanan siber di sektor jasa keuangan.
- Menganalisis dampak insiden siber terhadap stabilitas pasar dan kepercayaan publik.
Penegakan Sanksi: Denda, Pencabutan Izin, dan Surat Peringatan
OJK juga menunjukkan komitmen penegakan hukum melalui:
- Pengenaan denda kepada 121 pihak.
- Pencabutan izin 6 pihak.
- Pemberian surat peringatan dan perintah tertulis kepada 638 pelaku usaha.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa integritas pasar bukan hanya jargon, tetapi ditegakkan lewat tindakan nyata. Dalam wawancara, kamu bisa mengutip data ini untuk menunjukkan bahwa kamu mengikuti perkembangan dan memahami bahwa ojk 2026 ada apa saja juga berarti penguatan penegakan hukum.
Tips menghadapi materi pengawasan dan sanksi:
- Jangan hanya menghafal angka, tetapi pahami pesan di baliknya: OJK serius menjaga integritas.
- Latih diri menjawab dengan struktur: masalah → peran OJK → instrumen (regulasi/sanksi) → dampak yang diharapkan.
5. Inklusi Keuangan Daerah: Roadmap TPAKD 2026–2030 dan Kelompok Prioritas
Satu lagi blok penting dalam ojk 2026 ada apa saja adalah inklusi keuangan daerah. Ini sering dianggap “pinggiran” oleh peserta, padahal sangat potensial jadi bahan soal, terutama yang menyentuh aspek sosial dan kebijakan publik.
Roadmap TPAKD 2026–2030: Target dan Arah Kebijakan
OJK meluncurkan Roadmap Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026–2030 dengan tujuan memperkuat ekosistem akses keuangan di daerah. Targetnya:
- Meningkatkan inklusi keuangan dari 91 persen pada 2025 menjadi 93 persen pada 2029.
- Dengan tujuan akhir mencapai 98 persen pada 2045.
Roadmap ini menekankan:
- Penguatan literasi keuangan.
- Perlindungan konsumen yang efektif.
- Tata kelola data yang andal.
Fokus pada Kelompok Prioritas
Program ini juga memberi perhatian khusus pada kelompok-kelompok prioritas, antara lain:
- UMKM.
- Pekerja sektor informal.
- Perempuan.
- Pemuda.
- Penyandang disabilitas.
- Masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
Dalam tes, topik ini bisa muncul sebagai:
- Studi kasus kebijakan: “Bagaimana OJK melalui TPAKD dapat meningkatkan akses keuangan bagi UMKM di daerah terpencil?”
- Pertanyaan wawancara: “Mengapa inklusi keuangan menjadi salah satu fokus OJK dan bagaimana kaitannya dengan stabilitas sistem keuangan?”
Cara belajar yang lebih ringan:
- Bayangkan kamu menjadi pegawai OJK yang ditempatkan di daerah. Apa masalah yang akan kamu temui? UMKM sulit akses kredit, masyarakat terjebak pinjol ilegal, literasi rendah.
- Lalu, hubungkan masalah itu dengan solusi yang ada di roadmap TPAKD: literasi, perlindungan konsumen, tata kelola data, dan kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Sekarang, mari kita rangkum pola besarnya. Ketika kamu ditanya, ojk 2026 ada apa saja, kamu sudah bisa menjawab dalam beberapa blok besar yang mudah kamu gunakan lagi saat Tes Substansi, FGD, maupun wawancara:
- Pendalaman dan integritas pasar modal
- Transparansi UBO.
- Penyempurnaan kebijakan emiten (entry, continuous free float, exit policy).
- Peningkatan kualitas emiten dan basis investor (institusi dan ritel).
- Perlindungan investor dan pengawasan perilaku pasar
- Pengawasan finfluencer.
- Penegakan sanksi (denda, pencabutan izin, peringatan).
- Transformasi regulasi dan sistem
- POJK 1/2025, 9/2025, 15/2025, dan lainnya.
- Integrasi SPRINT OJK dan SPEK KSEI.
- Keuangan berkelanjutan dan bursa karbon
- Buku perdagangan karbon sebagai rujukan sektor jasa keuangan.
- Roadmap keberlanjutan 2026–2030 dan perluasan pengguna bursa karbon.
- Inklusi keuangan daerah dan TPAKD 2026–2030
- Target inklusi keuangan nasional (91 persen → 93 persen → 98 persen).
- Fokus pada UMKM, pekerja informal, perempuan, pemuda, disabilitas, dan wilayah 3T.
Untuk mengubah semua ini dari “beban hafalan” menjadi “alat bantu menjawab soal”, kamu bisa gunakan strategi belajar seperti:
- Belajar dengan kerangka, bukan potongan lepas.
Susun sendiri outline seperti di atas, lalu isi detailnya sedikit demi sedikit. - Latih diri menjelaskan ulang dengan bahasa sendiri.
Misalnya, jelaskan ke diri sendiri: “Kenapa sih OJK ribet banget sama UBO?” atau “Apa hubungan TPAKD dengan UMKM di desa?” - Simulasikan soal.
Ambil satu tema, misalnya perlindungan investor ritel. Buat sendiri 2–3 pertanyaan, lalu coba jawab tertulis. Ini akan sangat membantu saat menghadapi Tes Substansi dan wawancara. - Jangan belajar sendirian kalau mulai kewalahan.
Di titik tertentu, punya mentor atau kelas yang memang fokus ke seleksi OJK akan menghemat banyak waktu dan energi, karena kamu tidak perlu menyaring sendiri mana yang penting dan mana yang bisa dilewatkan.
Pada akhirnya, memahami ojk 2026 ada apa saja bukan hanya soal lulus tes, tetapi juga soal menyiapkan diri menjadi calon pegawai yang benar-benar paham arah lembaga tempat kamu ingin berkarier. Semakin kamu mengerti konteks kebijakan, semakin percaya diri kamu menjawab soal analitis dan berdiskusi di depan pewawancara.
Menjadi bagian dari OJK berarti ikut menjaga integritas sistem keuangan Indonesia. Proses belajarnya memang menantang, regulasinya tebal, dan materinya luas. Namun, dengan strategi belajar yang terstruktur, fokus pada kerangka besar, dan latihan menjelaskan ulang dengan bahasa sendiri, kamu bisa mengubah rasa cemas menjadi rasa siap.
Mulailah dari satu pertanyaan sederhana: ojk 2026 ada apa saja, lalu jadikan jawabannya sebagai peta jalan belajarmu. Langkah kecil yang konsisten hari ini bisa menjadi alasan kenapa namamu ada di daftar lulus seleksi OJK di masa depan. Teruskan belajar, jangan menyerah di tengah tebalnya dokumen—karena justru di situlah kamu ditempa menjadi regulator yang tangguh.
Baca Juga : Wawancara Psikologi OJK Cara Tenang Lolos Tahap Tersulit!
Sumber Referensi
- OJK.GO.ID – Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2025
- KABARBURSA.COM – Arah Kebijakan Pasar Modal 2026, OJK Fokus Integritas dan Pendalaman Pasar
- INDOPREMIER.COM – OJK Berencana Atur Transparansi UBO Emiten untuk Perkuat Integritas Pasar
- INVESTING.COM – Meski Pasar Modal Tumbuh, OJK Ungkap PR Besar di 2026
- IDNTIMES.COM – OJK Ungkap Kebijakan Strategis untuk Perkuat Pasar Modal pada 2026
- OJK.GO.ID – Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan
- OJK.GO.ID – Roadmap TPAKD 2026-2030
Bimbel PCS-9 & PCT-3 OJK Tahun 2025
Mau Lolos? Join Grup dan Bimbelnya Sekarang!👇🏻👇🏻
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiOJK: Temukan aplikasi JadiOJK di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiOJK Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELOJK” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiOJK karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal OJK 2025!!!
- Dapatkan ribuan soal ojk 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi OJK 2025
- Ratusan Latsol OJK 2025
- Puluhan paket Simulasi OJK 2025
- dan masih banyak lagi yang lainnya


