apa itu tes kempuan dasar umum sering sekali jadi pertanyaan pertama ketika seseorang mulai serius mempersiapkan seleksi CASN, BUMN, maupun rekrutmen lembaga strategis seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Di era seleksi modern yang kompetitif seperti tahun 2026 ini, TKD bukan sekadar formalitas, tetapi “gerbang utama” yang menentukan apakah Anda bisa lanjut ke tahap berikutnya atau terhenti di awal. Memahami apa itu TKD, bagaimana bentuk soalnya, dan strategi mengerjakannya akan sangat menentukan peluang Anda untuk lolos.
Saat pengumuman rekrutmen CASN atau BUMN dirilis, biasanya alur seleksi selalu mencantumkan tahap ujian tertulis berbasis komputer yang berisi soal numerik, verbal, logika, hingga karakter. Banyak pelamar yang langsung merasa cemas karena menganggap TKD itu sulit, penuh hitungan rumit, atau butuh hafalan tinggi.
Padahal, jika dibedah secara sistematis, TKD sesungguhnya mengukur kemampuan yang sudah Anda gunakan setiap hari: cara berpikir, menyusun logika, mengambil keputusan, dan bersikap saat berada di bawah tekanan waktu.
Itulah mengapa memahami sejak awal apa itu tes kemampuan dasar umum, komponen di dalamnya, dan bagaimana kaitannya dengan seleksi pegawai OJK atau lembaga lain akan membuat Anda jauh lebih tenang. Dengan persiapan yang tepat, TKD bisa menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan bahwa Anda bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara berpikir dan karakter.
Tes Kemampuan Dasar Umum dan Komponennya

Secara sederhana, Tes Kemampuan Dasar Umum (TKD) adalah tes standar yang dirancang untuk mengukur potensi kognitif dasar seseorang. Kognitif di sini maksudnya adalah kemampuan otak untuk berpikir, menganalisis, memecahkan masalah, memahami bahasa, mengolah angka, sampai menalar pola gambar atau bentuk.
Berbeda dengan ujian sekolah yang banyak menuntut hafalan materi pelajaran, TKD lebih fokus pada cara Anda:
- Mengerti informasi, baik dalam bentuk teks, angka, maupun gambar.
- Menghubungkan fakta satu dengan yang lain secara logis.
- Menarik kesimpulan yang tepat dalam waktu singkat.
- Menentukan pilihan yang paling rasional ketika dihadapkan pada beberapa alternatif jawaban.
TKD sangat sering digunakan dalam:
- Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan sekolah kedinasan.
- Rekrutmen BUMN dan lembaga publik seperti OJK.
- Seleksi kerja di berbagai perusahaan yang ingin menilai kemampuan dasar calon pegawai, bukan hanya nilai ijazah.
Jadi, jika Anda serius ingin berkarier di lembaga keuangan strategis seperti OJK, memahami apa itu tes kemampuan dasar umum bukan lagi sekadar “opsional”, tetapi bagian dari strategi karier jangka panjang.
Komponen Utama TKD: TWK, TIU, dan TKP
Dalam banyak konteks seleksi, khususnya yang mengacu pada pola CPNS atau kedinasan, TKD biasanya terdiri dari tiga komponen besar:
- Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
- Tes Intelegensi Umum (TIU)
- Tes Karakter Pribadi (TKP)
Struktur rinci bisa sedikit berbeda antara CPNS, BUMN, atau rekrutmen OJK, tetapi ketiga elemen ini memberi gambaran jelas tentang apa yang ingin diukur oleh penyelenggara tes.
1. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
TWK bertujuan mengukur pemahaman Anda terhadap:
- Pancasila
- Undang-Undang Dasar 1945
- Bhinneka Tunggal Ika
- Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
- Tata negara dan nilai kebangsaan secara umum
Dalam format CPNS, TWK biasanya terdiri dari 30 soal dengan passing grade sekitar 65. Artinya, secara kasar Anda harus menjawab minimal 20 soal dengan benar. Di lingkungan lain, jumlah soal dan passing grade dapat bervariasi, tetapi esensinya sama: sejauh mana Anda memahami dasar negara dan kebangsaan Indonesia.
Mengapa ini penting untuk seleksi pegawai, termasuk di OJK?
Karena lembaga seperti OJK mengawasi sektor jasa keuangan yang sangat strategis. Integritas dan komitmen kebangsaan pegawainya perlu teruji, bukan hanya kemampuan teknisnya. Pegawai yang kuat TWK-nya diharapkan dapat mengambil keputusan selaras dengan nilai konstitusi dan kepentingan nasional.
2. Tes Intelegensi Umum (TIU)
TIU adalah jantung dari TKD, dan paling mirip dengan apa yang banyak orang sebut sebagai “tes potensi akademik”. Di dalam TIU, biasanya terdapat beberapa kelompok subtes:
- Verbal:
Menguji kemampuan bahasa, seperti sinonim, antonim, analogi kata, dan pemahaman hubungan antar konsep.
Contoh:
Rekonsiliasi paling dekat artinya dengan…
A. Permusuhan
B. Perdamaian
C. Penolakan
D. PengusiranJawaban yang tepat: B. Perdamaian.
Di sini yang diuji bukan hafalan kamus, tetapi seberapa luas dan dalam kosakata Anda, serta kemampuan melihat hubungan makna. - Numerik:
Menguji kemampuan mengolah angka, membaca tabel, grafik, dan pola perhitungan. Tidak selalu rumit, tetapi sering memanfaatkan waktu yang terbatas sehingga kecepatan dan ketelitian menjadi kunci.
Contoh yang sering muncul adalah: perbandingan, persentase, aritmetika dasar, dan interpretasi data sederhana. - Logika dan Figural (Spasial):
Menguji kemampuan menalar secara deduktif maupun induktif, serta memvisualisasikan pola atau bentuk.
Contoh logika:
Jika “Jika P maka Q” dan ternyata “tidak Q”, maka kesimpulan yang benar adalah “tidak P”. Bentuk penalaran ini dikenal dengan Modus Tollens.
Contoh figural: mencari gambar berikutnya dalam rangkaian pola, atau memilih bentuk yang berbeda dari sekelompok gambar.
Tujuan TIU bukan hanya mengukur “kepintaran” sesaat, tetapi melihat sejauh mana Anda mampu:
- Beradaptasi dengan informasi baru.
- Belajar hal baru dengan cepat.
- Berpikir abstrak dan menyusun strategi pemecahan masalah.
Dalam konteks seleksi pegawai OJK atau BUMN, kemampuan seperti ini sangat penting karena pekerjaan di sektor keuangan penuh dengan data, regulasi yang diperbarui, serta situasi yang berubah cepat.
3. Tes Karakter Pribadi (TKP)
Jika TWK menilai wawasan kebangsaan dan TIU menilai kecerdasan kognitif, maka TKP menilai siapa Anda sebagai pribadi. TKP biasanya mengukur:
- Kemampuan beradaptasi dan mengendalikan diri.
- Kemampuan bekerja mandiri dan belajar secara berkelanjutan.
- Cara Anda bekerja sama dalam tim dan berkomunikasi.
- Potensi kepemimpinan, terutama dalam situasi konflik atau tekanan.
Dalam format CPNS, TKP sering terdiri dari banyak soal dengan bobot nilai setiap jawaban, bukan hanya “benar” atau “salah”. Passing grade TKP, misalnya, bisa sekitar 156 untuk 90 soal, sehingga strategi memilih jawaban dengan skor terbaik menjadi penting.
Contoh pola soal TKP:
Anda diberikan situasi, misalnya terjadi konflik di tim atau adanya tekanan target yang tinggi, kemudian diminta memilih respon yang paling menggambarkan tindakan Anda. Pilihan jawaban biasanya semua tampak “masuk akal”, tetapi ada yang lebih mencerminkan sikap dewasa, kolaboratif, dan berorientasi solusi.
Untuk seleksi pegawai OJK dan lembaga serupa, aspek karakter ini krusial. Pengelolaan sektor jasa keuangan menuntut integritas, kestabilan emosi, dan kemampuan membuat keputusan yang bertanggung jawab. TKP membantu penyelenggara tes menilai apakah nilai-nilai tersebut sudah tertanam dalam diri Anda.
Strategi Persiapan dan Peran TKD dalam Seleksi Pegawai OJK

Setelah memahami komponen dasarnya, pertanyaan berikutnya adalah: bagaimana TKD digunakan dalam berbagai seleksi, termasuk OJK?
TKD dalam Seleksi CPNS dan Kedinasan
Dalam seleksi CPNS, TKD menjadi bagian dari Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang terdiri dari:
- TWK
- TIU
- TKP
Passing grade setiap bagian biasanya sudah ditetapkan secara nasional, dan total nilai menjadi penentu apakah Anda bisa lanjut ke tahap berikutnya. Misalnya, pernah ditetapkan total nilai minimal 261, dengan batas minimal tertentu di tiap komponen.
Ciri khas TKD dalam CPNS:
- Materi TWK cukup kuat, membantu menguji pemahaman konstitusional.
- TIU dan TKP didesain seragam untuk berbagai instansi.
- Sangat kompetitif, karena jumlah pelamar jauh lebih besar dari formasi yang tersedia.
TKD dalam Rekrutmen BUMN dan OJK
Dalam rekrutmen BUMN dan lembaga seperti OJK, pola TKD secara umum mirip dengan CPNS, tetapi ada beberapa penyesuaian:
- Porsi numerik, verbal, dan penalaran sering dibuat lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pengambilan keputusan bisnis.
- Aspek potensi kepemimpinan dan integritas lebih disorot dalam bagian karakter atau psikotes lanjutan.
- Wawasan kebangsaan tetap penting, tetapi bisa dikombinasikan dengan pengetahuan umum seputar regulasi, ekonomi, atau keuangan, tergantung instansi.
Untuk penerimaan pegawai OJK, TKD biasanya menjadi salah satu filter awal yang sangat penting:
- Menyeleksi kandidat yang mampu berpikir sistematis ketika berhadapan dengan regulasi kompleks.
- Memprediksi siapa yang dapat bekerja teliti di bawah tekanan, misalnya saat mengawasi laporan keuangan atau investigasi kasus.
- Menilai karakter kandidat sebelum mereka dihadapkan pada tahapan asesmen lain seperti psikotes lanjutan, wawancara, atau studi kasus.
Jika Anda bertanya, “mengapa saya harus menguasai apa itu tes kemampuan dasar umum hanya untuk melamar OJK?”, jawabannya sederhana: karena TKD adalah cara paling objektif bagi panitia seleksi untuk menyaring puluhan ribu pelamar menjadi kelompok kecil yang benar-benar siap menjalankan tugas strategis.
Banyak pelamar yang masih mencampuradukkan TKD dengan jenis tes lain seperti TKA atau TPA. Memahami perbedaannya akan membantu Anda menyusun strategi belajar yang tepat.
TKD vs TKA (Tes Kompetensi Akademik)
TKD:
Fokus pada potensi kognitif dasar dan karakter. Materi tidak terlalu spesifik pada satu bidang ilmu. Yang diuji adalah bagaimana Anda berpikir, bukan seberapa banyak materi kuliah yang Anda hafal.
TKA:
Biasanya muncul di konteks seleksi masuk perguruan tinggi, seperti SBMPTN atau UTBK. Materinya spesifik, misalnya Saintek (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi) atau Soshum (Ekonomi, Geografi, Sosiologi). Soal TKA umumnya bertipe HOTS (Higher Order Thinking Skills) tetapi tetap berbasis ilmu tertentu.
Jika Anda sedang mempersiapkan seleksi pegawai OJK, yang perlu difokuskan adalah pola TKD, bukan TKA. Anda tidak akan diuji rumus fisika atau derivatif kalkulus tingkat lanjut kecuali tes tersebut khusus untuk posisi teknis yang sangat spesifik.
TKD vs TPA (Tes Potensi Akademik)
TPA:
Sering digunakan untuk seleksi lanjutan di dunia pendidikan atau kerja, dengan format yang sangat mirip TIU: verbal, numerik, dan logika. Tujuannya mengukur potensi akademik umum.
TKD:
Dalam banyak seleksi, TKD sebenarnya mengandung unsur TPA yang dipadukan dengan wawasan kebangsaan dan karakter pribadi. Jadi, Anda bisa menganggap TIU sebagai bagian dari “keluarga besar” TPA.
Akibatnya, banyak latihan soal TPA yang cukup relevan untuk mempersiapkan TIU dalam TKD. Namun jangan lupa, TKD juga menyentuh aspek karakter (TKP) dan kebangsaan (TWK), yang perlu dipelajari secara khusus.
Untuk membantu Anda semakin memahami apa itu tes kemampuan dasar umum, mari kita lihat lebih dalam empat kategori kemampuan utama yang sering muncul di dalam TIU atau tes kognitif sejenis.
1. Kemampuan Verbal
Kemampuan verbal bukan hanya soal “pintar bahasa Indonesia”, tetapi lebih luas: seberapa cepat Anda memahami makna kata, menghubungkan konsep, dan menyimpulkan isi bacaan pendek.
Contoh subtes:
- Sinonim: mencari kata yang paling dekat maknanya.
- Antonim: mencari lawan kata yang paling tepat.
- Analogi: misalnya “Guru : Sekolah = Dokter : … ?”
Tujuan utamanya adalah melihat:
- Luas dan kedalaman kosakata Anda.
- Kelincahan berpikir ketika harus menemukan hubungan antarkonsep.
- Kemampuan memahami instruksi tertulis dengan tepat.
Dalam pekerjaan di OJK, kemampuan ini berkaitan langsung dengan membaca regulasi yang panjang, menganalisis dokumen, atau menyusun notulensi serta laporan dengan bahasa yang akurat.
2. Kemampuan Numerik
Numerik sering menjadi momok bagi banyak pelamar, padahal yang diuji umumnya:
- Operasi hitung dasar (tambah, kurang, kali, bagi).
- Persentase dan perbandingan.
- Interpretasi tabel dan grafik sederhana.
- Deret angka dan pola bilangan.
Yang membuatnya terasa sulit biasanya bukan tingkat kesulitan matematikanya, tetapi:
- Batasan waktu yang ketat.
- Tekanan psikologis saat melihat angka berderet.
Di dunia kerja, khususnya di OJK yang mengawasi sektor keuangan, kemampuan ini sangat relevan: membaca laporan keuangan, memahami rasio, hingga menganalisis data statistik.
3. Kemampuan Logika
Logika mengukur bagaimana Anda:
- Menyusun argumen yang benar.
- Menarik kesimpulan dari premis yang diberikan.
- Membedakan mana pernyataan yang pasti benar, mungkin benar, atau jelas salah.
Contoh:
Premis:
1) Semua pegawai OJK wajib mematuhi kode etik.
2) Andi adalah pegawai OJK.
Kesimpulan yang benar:
Andi wajib mematuhi kode etik.
Soal logika seperti ini tampak sederhana, tetapi dalam bentuk yang lebih kompleks, Anda harus menelusuri beberapa pernyataan sekaligus. Keterampilan ini langsung berkaitan dengan proses analisis kebijakan dan pengawasan di lembaga keuangan.
4. Kemampuan Figural atau Spasial
Kategori ini menguji kemampuan Anda mengenali dan memprediksi pola bentuk atau gambar. Misalnya:
- Mencari gambar berikutnya dalam sebuah rangkaian.
- Mencari gambar yang berbeda pola dari sekelompok bentuk.
Kemampuan figural menunjukkan:
- Seberapa baik Anda memperhatikan detail.
- Seberapa cepat Anda mengenali pola.
- Seberapa fleksibel otak Anda memutar dan memanipulasi objek secara mental.
Untuk pekerjaan yang melibatkan analisis kompleks, kemampuan ini mencerminkan kelenturan otak dalam menyusun struktur dan pola, baik itu dalam data maupun proses kerja.
Jika Anda berencana mengikuti seleksi pegawai OJK, ada beberapa alasan kuat mengapa TKD dijadikan salah satu tahapan kunci.
- Objektivitas Penilaian
TKD berbasis komputer dan penilaiannya sangat terukur. Ini membantu panitia seleksi memperoleh gambaran awal yang adil tentang kemampuan kognitif dan karakter semua peserta, tanpa dipengaruhi faktor subjektif. - Prediksi Kinerja Masa Depan
Banyak penelitian psikometrik menunjukkan bahwa tes kemampuan kognitif dasar merupakan salah satu prediktor kinerja kerja yang cukup baik. Artinya, nilai TKD yang tinggi sering berkorelasi dengan kemampuan beradaptasi dan menyelesaikan tugas kompleks di kemudian hari. - Simulasi Tekanan Kerja
Waktu pengerjaan yang terbatas, jumlah soal yang banyak, dan variasi tipe soal, semuanya dirancang untuk melihat bagaimana Anda bekerja di bawah tekanan. Ini sangat mirip dengan kondisi kerja nyata di OJK, yang sering dihadapkan pada tenggat waktu dan isu yang berkembang cepat. - Seleksi Integritas dan Karakter
Melalui TKP dan unsur nilai dalam TWK, panitia seleksi bisa menilai sejauh mana Anda memiliki integritas, kedewasaan emosi, dan sikap profesional. Bagi lembaga pengawas sektor keuangan, ini bukan hanya nilai tambah, tetapi keharusan.
Memahami apa itu tes kemampuan dasar umum adalah langkah pertama. Langkah berikutnya adalah mempersiapkan diri dengan cara yang sistematis, bukan sekadar “baca-baca soal” tanpa arah.
Baca Juga : Tes OJK Apa Saja? Rahasia Lolos dengan Strategi Jitu!
1. Pahami Pola Soal dan Waktu
Sebelum mulai belajar, cari tahu:
- Berapa jumlah soal dan durasi pengerjaan.
- Berapa kisaran passing grade yang biasanya ditetapkan.
- Porsi setiap kategori soal (TWK, TIU, TKP, atau subtes numerik, verbal, logika, figural).
Dengan gambaran ini, Anda bisa:
- Menentukan prioritas belajar.
- Melatih manajemen waktu saat mengerjakan simulasi.
- Menghindari kebiasaan menghabiskan terlalu banyak waktu di satu soal sulit.
2. Latih TIU Secara Teratur
Untuk TIU dan aspek kognitif lainnya:
- Biasakan diri mengerjakan soal sinonim, antonim, dan analogi setiap hari. Ini akan memperkaya kosakata dan mempertajam logika bahasa Anda.
- Latih numerik dengan fokus pada kecepatan dan ketelitian. Gunakan kalkulasi mental sederhana agar tidak selalu bergantung pada alat hitung.
- Untuk logika dan figural, jangan hanya menghafal pola, tetapi pahami cara berpikir di baliknya. Cobalah menjelaskan kepada diri sendiri, “mengapa jawaban ini benar”.
3. Pelajari TWK secara Kontekstual
Untuk TWK, hafalan saja tidak cukup jika tidak disertai pemahaman:
- Baca kembali Pancasila, isi batang tubuh UUD 1945, serta penjelasan mengenai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
- Pahami konteks sejarah dan nilai yang terkandung di dalamnya, bukan hanya isi pasal.
- Biasakan membaca berita kebangsaan dan isu terkini agar lebih peka terhadap konteks kenegaraan.
Ini akan sangat membantu ketika Anda nanti sudah bekerja di lingkungan regulasi dan pengawasan seperti OJK, di mana keputusan teknis sering kali harus konsisten dengan semangat konstitusi.
4. Jujur Saat Mengerjakan TKP
Untuk TKP, pendekatan terbaik bukanlah mencari “jawaban yang dianggap panitia inginkan”, tetapi:
- Mengenali kekuatan dan kelemahan diri sendiri.
- Memilih jawaban yang mencerminkan diri yang ideal sesuai nilai profesional, misalnya jujur, bertanggung jawab, menghargai kerja tim, dan terbuka terhadap kritik.
Soal TKP dirancang untuk mendeteksi inkonsistensi. Jika Anda menjawab dengan pola yang terlalu dibuat-buat, hasilnya bisa tampak tidak alami dan merugikan diri sendiri.
5. Simulasi Ujian di Bawah Tekanan
Latihan tanpa batas waktu tidak akan menggambarkan kondisi ujian yang sebenarnya. Beberapa tips:
- Gunakan timer sesuai durasi asli atau mendekatinya.
- Biasakan mengerjakan soal secara berurutan dan disiplin pada waktu.
- Setelah selesai, evaluasi: bagian mana yang menghabiskan waktu paling banyak, bagian mana yang paling rawan salah.
Dengan latihan seperti ini, ketika masuk ruang ujian TKD seleksi OJK atau BUMN, Anda tidak akan mudah panik karena otak sudah terbiasa bekerja cepat dalam situasi serupa.
Pada akhirnya, memahami apa itu tes kemampuan dasar umum akan mengubah cara Anda memandang seleksi, dari sesuatu yang menakutkan menjadi tantangan yang bisa dikelola. TKD bukan dibuat untuk menjatuhkan Anda, tetapi untuk mencari mereka yang paling siap menghadapi kompleksitas tugas di lembaga strategis, termasuk OJK.
Jika saat ini Anda masih merasa cemas atau minder dengan kemampuan numerik atau logika, ingat bahwa kemampuan kognitif bisa dilatih. Sedikit demi sedikit, soal demi soal, pola demi pola, kemampuan Anda akan tumbuh.
Yang terpenting, jangan hanya mengejar “lolos TKD”, tetapi gunakan proses persiapan ini sebagai sarana membangun cara berpikir yang lebih sistematis, kritis, dan matang. Kualitas inilah yang kelak akan menemani Anda tidak hanya saat ujian, tetapi sepanjang karier Anda di dunia profesional.
Terus berlatih, jaga konsistensi, dan yakini bahwa dengan persiapan yang tepat, peluang Anda melangkah lebih dekat menjadi bagian dari OJK atau lembaga impian lainnya sangat terbuka.
Sumber Referensi
- EXPERTLINK.CO.ID – Lolos Tes Kemampuan Dasar: Pengertian, Contoh Soal, dan Tips
- DAFTARSEKOLAH.SPMB.TEKNOKRAT.AC.ID – Mengenal Tes Kemampuan Dasar (TKD) dalam Seleksi Kerja
- BLOG.SKILLACADEMY.COM – Contoh Soal Tes BUMN TKD dan Pembahasannya
- ID.SCRIBD.COM – TKD Tes Kemampuan Dasar
- PLCPEKANBARU.COM – Apa Itu TKD, Ini Pengertian TKD dan Perbedaannya dengan SKD yang Sering Disalahpahami
- TESTINVITE.COM – Introduction to General Ability Tests
- CAMPUS.QUIPPER.COM – Tes Kompetensi Akademik (TKA): Pengertian, Materi, dan Tips
- EXPERTLINK.CO.ID – TKD vs TPA: Perbedaan, Contoh Soal, dan Cara Lolos
- TRYOUT.ID – Siap Hadapi Tes Tertulis, Pelajari Soal TKD Umum, Panduan Tes Potensi Akademik BUMN 2026
- JADIOJK.ID – Tes Kemampuan Dasar OJK: Apa Saja?
Bimbel PCS-9 & PCT-3 OJK Tahun 2025
Mau Lolos? Join Grup dan Bimbelnya Sekarang!👇🏻👇🏻
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiOJK: Temukan aplikasi JadiOJK di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiOJK Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELOJK” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiOJK karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal OJK 2025!!!
- Dapatkan ribuan soal ojk 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi OJK 2025
- Ratusan Latsol OJK 2025
- Puluhan paket Simulasi OJK 2025
- dan masih banyak lagi yang lainnya
Mau berlatih Soal-soal OJK 2025? Ayoo segera Masuk Grup Latihan Soal-soal OJK 2025 Sekarang juga!!
>


