Tips lolos OJK tanpa koneksi, ini rahasianya!

Tips lolos OJK adalah hal pertama yang langsung diketik banyak pencari kerja ambisius ketika membaca pengumuman Penerimaan Pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tidak heran, program seperti Pendidikan Calon Staf (PCS) dan Pendidikan Calon Pegawai Tata Usaha (PCT) sudah dikenal sangat kompetitif, dengan kuota ratusan orang saja dibanding puluhan ribu pelamar di seluruh Indonesia.

Di tengah persaingan ketat ini, memiliki strategi yang terstruktur, bukan sekadar “banyak belajar”, menjadi pembeda utama antara pelamar yang hanya ikut tes dan pelamar yang benar-benar lolos hingga tahap akhir.

Berangkat dari pengalaman rekrutmen terbaru, termasuk PCS Angkatan 8 dan PCT Angkatan 2, serta panduan resmi dan wawasan praktis dari para alumni, artikel ini menyajikan panduan komprehensif, aplikatif, dan relevan dengan seleksi OJK terkini.

Fokusnya bukan hanya pada “apa saja tahapannya”, tetapi “bagaimana cara Anda mempersiapkan diri di setiap tahap, secara teknis, mental, dan strategis” agar peluang lolos meningkat signifikan.

Memahami Alur Seleksi OJK dan Mindset yang Tepat

Memahami Alur Seleksi OJK dan Mindset yang Tepat

Sebelum masuk ke tips teknis, hal paling mendasar adalah memahami alur seleksi OJK dan membangun mindset yang benar. Banyak pelamar gugur bukan karena tidak cerdas, tetapi karena tidak memahami pola seleksi dan salah strategi sejak awal.

Secara umum, berdasarkan pengalaman beberapa angkatan dan informasi terbuka, tahapan seleksi OJK biasanya mencakup:

  1. Seleksi administrasi
  2. Tes SHL (Tes Potensi Dasar / kemampuan umum: numerikal, verbal, figural)
  3. Tes bahasa Inggris
  4. Tes kepribadian dan wawancara psikolog
  5. Tes kesehatan (fisik dan psikologis, termasuk MMPI)
  6. Wawancara panel / wawancara akhir

Format dan urutan bisa sedikit berubah pada tiap periode rekrutmen, tetapi pola besarnya relatif serupa. Di sinilah banyak pelamar melakukan kesalahan klasik: mereka fokus penuh ke satu tahap (misalnya TPD) dan mengabaikan aspek lain seperti kesehatan, wawasan OJK, atau kemampuan komunikasi. Padahal, Anda harus lulus semua tahap sekaligus.

Mindset yang perlu dibangun sejak awal:

  1. Ini maraton, bukan sprint. Seleksi OJK bisa berlangsung berbulan-bulan, dari pendaftaran sampai pengumuman akhir. Artinya, stamina fisik, mental, dan konsistensi belajar jauh lebih penting daripada “belajar meledak” 1 minggu sebelum tes.
  2. Setiap tahap adalah filter. Tidak ada tahap yang “sepele”. Administrasi yang kurang satu dokumen bisa menggugurkan peluang yang sudah Anda bangun bertahun-tahun sejak kuliah. Tes kepribadian yang dikerjakan asal bisa menurunkan penilaian kecocokan Anda dengan budaya kerja OJK.
  3. Nilai akademik bagus itu penting, tetapi tidak cukup. OJK mencari talenta yang punya integritas, stabilitas emosi, kemampuan analitis, wawasan keuangan, serta kesiapan bekerja dalam lingkungan publik yang highly regulated. Semua itu akan diukur lewat kombinasi tes kognitif, kepribadian, wawancara, dan track record.

Ketika mindset Anda sudah tepat, tips teknis yang akan dibahas berikutnya menjadi jauh lebih efektif karena Anda tahu apa yang sedang Anda bangun: bukan sekadar “lulus tes”, melainkan membentuk diri sebagai kandidat yang benar-benar siap menjadi bagian OJK.

Strategi Dokumen, Administrasi, dan Persiapan Teknis Sejak Awal

Banyak pelamar menganggap seleksi administrasi hanya formalitas. Kenyataannya, di OJK, kelengkapan dan ketepatan dokumen adalah indikator awal apakah Anda tipe orang yang rapi, patuh prosedur, dan bisa dipercaya. OJK adalah lembaga pengawas, sehingga ketelitian administrasi menjadi nilai penting sejak hari pertama.

1. Menyusun Dokumen: Jangan Menunggu H-1 Pengumuman

Begitu Anda punya niat serius mendaftar OJK, mulailah menyusun dokumen standar rekrutmen, antara lain:

  • KTP yang masih berlaku
  • Pas foto dengan latar merah (sering digunakan ukuran 4×6 cm, siapkan juga versi digital beresolusi baik)
  • Ijazah asli dan transkrip nilai (scan berwarna, jelas terbaca)
  • CV terbaru yang rapi, singkat, dan relevan
  • SKCK yang masih berlaku dari kepolisian

Untuk posisi tertentu seperti pengurus atau pengawas Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK), dokumen menjadi lebih kompleks. Biasanya diperlukan:

  • Surat keterangan pengalaman manajerial
  • Surat rekomendasi dari lembaga asal
  • Riwayat hidup / curriculum vitae terstruktur
  • Proposal pengembangan lembaga
  • Surat lamaran bermeterai sesuai ketentuan

Mengapa OJK begitu tegas di tahap ini? Karena lembaga ini mengawasi sektor jasa keuangan yang sangat regulatif. Satu kesalahan kecil di dokumen bisa berakibat besar pada lembaga yang diawasi. Saat Anda rapi dalam administrasi, itu adalah “sinyal kepribadian” bahwa Anda menghargai tata aturan.

Praktik yang bisa Anda lakukan:

  • Buat folder khusus “OJK” di komputer dan di Google Drive yang berisi semua file dokumen dalam format PDF dan JPG.
  • Gunakan penamaan file yang konsisten, misalnya:
    • KTP_NamaLengkap.pdf
    • Ijazah_S1_NamaUniversitas_NamaLengkap.pdf
  • Cek kembali kejelasan scan, jangan ada yang buram atau terpotong.
  • Selalu pastikan ukuran file mengikuti ketentuan maksimal di pengumuman resmi.
2. Mengikuti Aturan Teknis Seleksi Online: Jangan Remehkan Detail

Seleksi OJK kini banyak memanfaatkan platform digital, salah satunya melalui SHL untuk tes potensi, kemampuan umum, dan kepribadian. OJK dan penyedia platform biasanya mencantumkan aturan teknis yang sangat rinci. Melanggar aturan teknis bisa langsung berujung pada diskualifikasi, sekalipun jawaban Anda sebenarnya bagus.

Beberapa hal teknis penting:

  • Gunakan komputer atau laptop yang kompatibel, jangan memaksakan lewat ponsel kecuali secara eksplisit diperbolehkan.
  • Pastikan koneksi internet stabil dan lokasi tes tenang, bebas gangguan suara.
  • Nonaktifkan notifikasi email, chat, dan aplikasi lain yang bisa memunculkan pop-up.
  • Hindari membuka tab atau window lain selama tes. Praktik seperti pindah tab, copy paste, atau screenshot sangat berisiko dianggap pelanggaran integritas tes.
  • Pastikan perangkat kamera dan mikrofon (jika digunakan) berfungsi baik dan posisi wajah jelas terlihat.

Buatlah simulasi teknis minimal satu hari sebelum jadwal tes: cek kecepatan internet, daya baterai, adaptor listrik, serta backup internet (misalnya tethering ponsel) jika diperlukan. Dengan begitu, pada hari H Anda tinggal fokus ke isi soal, bukan panik karena teknis.

Menguasai Tes SHL, TPD, Psikotes, dan Bahasa Inggris

Ini adalah titik yang paling sering dicari ketika orang mengetik tips lolos OJK. Tes SHL, Tes Potensi Dasar (TPD), kemampuan numerikal, verbal, figural, kepribadian, hingga tes bahasa Inggris memang menjadi “filter besar” yang bisa memangkas banyak pelamar dalam satu tahap. Namun, tes ini sepenuhnya bisa dipelajari dan diantisipasi jika Anda tahu caranya.

1. Memahami Format Tes SHL dan TPD

Tes berbasis SHL biasanya mencakup:

  • Tes numerikal: interpretasi data dalam bentuk tabel, grafik, dan perhitungan dasar.
  • Tes verbal: pemahaman teks, penalaran logis terhadap pernyataan tertulis.
  • Tes figural: pola gambar, deret bentuk, dan hubungan visual.
  • Tes kepribadian: mengukur kecenderungan perilaku, cara bekerja, stabilitas emosi, dan kecocokan dengan kultur kerja.

Sementara Tes Potensi Dasar (TPD) biasanya menguji:

  • Kemampuan logika dan penalaran
  • Kemampuan berhitung cepat
  • Pemahaman bahasa
  • Kemampuan memecahkan masalah yang disajikan dalam bentuk soal objektif

Strategi utamanya bukan hanya “mengerjakan soal sebanyak mungkin”, tetapi “menguasai pola”. SHL dan TPD memiliki karakteristik pola soal yang dapat dikenali dengan latihan terarah.

Anda bisa melakukan beberapa langkah praktis:

  • Cari contoh SHL Practice Tests, termasuk yang berbahasa Indonesia jika tersedia, untuk mengenali struktur soal.
  • Latihan dalam kondisi waktu terbatas agar otak terbiasa bekerja cepat dan akurat sekaligus.
  • Catat tipe soal yang paling sering membuat Anda kehabisan waktu, misalnya tabel data kompleks atau deret angka tertentu, lalu fokuskan latihan di area tersebut.

Kunci penting: jangan menargetkan jawaban semua soal. Dalam banyak tes, jumlah soal memang dirancang lebih banyak daripada waktu ideal untuk menguji kemampuan manajemen waktu. Lebih baik menjawab 80 persen soal dengan akurat daripada memaksa menyentuh 100 persen tetapi tergesa-gesa dan banyak salah.

2. Menghadapi Tes Kepribadian: Autentik, Konsisten, dan Dewasa

Tes kepribadian di OJK bukan untuk mencari “kepribadian sempurna”, tetapi untuk menilai kesesuaian dengan profil yang dibutuhkan lembaga: integritas tinggi, stabil secara emosional, mampu bekerja dalam tim, taat prosedur, tetapi tetap analitis dan proaktif.

Beberapa prinsip dalam mengisi tes kepribadian:

  • Jawablah dengan jujur, bukan dengan “jawaban ideal menurut buku”.
  • Jaga konsistensi antar jawaban di bagian yang serupa. Tes kepribadian biasanya dirancang untuk menangkap ketidakkonsistenan.
  • Tunjukkan profil yang stabil: tidak ekstrem dalam mengambil risiko, tidak mudah meledak secara emosional, tetapi juga tidak pasif total.

Untuk persiapan wawancara psikolog, Anda bisa memanfaatkan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) ketika menjawab pertanyaan berbasis pengalaman:

  • Situation: Jelaskan konteks singkat situasi yang Anda hadapi.
  • Task: Apa tugas atau tanggung jawab Anda dalam situasi itu.
  • Action: Apa tindakan konkret yang Anda ambil.
  • Result: Apa hasilnya, dan apa yang Anda pelajari.

Contoh, ketika ditanya tentang pengalaman menghadapi konflik di organisasi, Anda bisa menjawab dengan runut menggunakan STAR sehingga psikolog bisa menilai daya analitis, kematangan emosi, dan cara Anda menyelesaikan masalah.

3. Menguatkan Bahasa Inggris: Fungsional dan Terukur

Tes bahasa Inggris OJK biasanya mengukur:

  • Reading comprehension: memahami teks panjang, menarik kesimpulan, mengidentifikasi ide utama.
  • Vocabulary: pemahaman kosakata umum dan istilah semi formal.
  • Grammar: struktur kalimat dasar dan menengah.

Jika Anda sudah pernah mengikuti tes TOEFL, IELTS, atau tes sejenis, itu menjadi modal bagus. Namun, untuk keperluan seleksi OJK, yang penting adalah:

  • Biasakan membaca artikel ekonomi dan keuangan dalam bahasa Inggris dari media kredibel.
  • Latih diri dengan soal-soal reading comprehension dan grammar yang formatnya mirip tes standar.
  • Jika memungkinkan, ikuti simulasi TOEFL/IELTS untuk mengukur posisi Anda saat ini dan area yang paling lemah.

Poin penting: jangan menunggu pengumuman resmi jadwal tes bahasa Inggris baru mulai belajar. Karena kemampuan bahasa adalah skill jangka panjang, sebaiknya mulai dibangun berkala berbulan-bulan sebelumnya.

Memperkuat Wawasan OJK, Kompetensi Khusus, dan Daya Saing Profil

Memperkuat Wawasan OJK, Kompetensi Khusus, dan Daya Saing Profil
sumber gambar : liputan6.com

Selain kemampuan kognitif dan psikologis, OJK sangat menghargai kandidat yang datang dengan bekal wawasan kuat tentang lembaga, sektor jasa keuangan, dan isu-isu ekonomi terkini. Di sinilah banyak pelamar bisa unggul jika mereka mau berinvestasi waktu untuk belajar lebih dalam.

1. Menguasai Tugas dan Fungsi OJK Secara Ringkas dan Praktis

Saat wawancara atau tes tertulis yang menyinggung lembaga, pertanyaan seputar “Apa tugas OJK?” atau “Bagaimana peran OJK dalam stabilitas sistem keuangan?” hampir selalu muncul dalam berbagai variasi.

Sebagai pelamar, Anda minimal perlu:

  • Menghafal dan memahami tugas dan fungsi OJK sebagaimana diatur dalam Undang-Undang terkait.
  • Mengetahui bahwa OJK mengawasi sektor perbankan, pasar modal, dan industri keuangan non bank seperti asuransi, pembiayaan, dana pensiun, serta lembaga keuangan lainnya.
  • Menyadari peran OJK dalam melindungi konsumen, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mengatur pelaku industri melalui berbagai regulasi.

Anda dapat membuat rangkuman pribadi satu hingga dua halaman yang berisi:

  • Sejarah singkat pembentukan OJK.
  • Tujuan utama pendirian OJK.
  • Fungsi pengaturan, pengawasan, dan perlindungan konsumen.
  • Beberapa kebijakan atau isu OJK yang sedang relevan beberapa tahun terakhir, misalnya literasi keuangan, pengawasan fintech, atau perlindungan nasabah asuransi.

Rangkuman ini tidak hanya membantu Anda menjawab pertanyaan wawancara, tetapi juga memberi bingkai berpikir ketika menjawab soal atau kasus seputar kebijakan keuangan.

2. Menambah Nilai Lewat Sertifikasi, Pengalaman, dan Organisasi

Untuk program PCS dan PCT, OJK tentu membuka kesempatan bagi fresh graduate. Namun, memiliki tambahan nilai berupa sertifikasi atau pengalaman relevan dapat menjadi faktor pembeda, terutama di tahap wawancara.

Beberapa bentuk penguatan profil:

  • Sertifikasi keuangan dan akuntansi: misalnya CFA level awal, CPA, atau sertifikasi pasar modal dasar. Meskipun belum wajib, hal ini menunjukkan komitmen Anda di bidang keuangan.
  • Kemampuan analisis data: penguasaan tools seperti Excel lanjutan, dasar-dasar statistik, atau software analitik akan sangat membantu dalam pekerjaan pengawasan dan analisis laporan keuangan.
  • Pengalaman organisasi: aktif di BEM, himpunan jurusan, komunitas keuangan, atau lembaga keuangan kampus (koperasi, galeri investasi) dapat menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan kerja tim.

Saat menulis CV dan saat wawancara, arahkan penekanan pada pengalaman yang berkaitan dengan:

  • Pengelolaan keuangan atau laporan keuangan.
  • Analisis data dan pembuatan rekomendasi.
  • Koordinasi tim, kepemimpinan, dan manajemen konflik.
  • Kegiatan literasi keuangan, edukasi masyarakat, atau kegiatan yang menunjukkan kepedulian terhadap konsumen.
3. Menyiapkan Wawancara Panel: Dari Penampilan, Isi, Hingga Sikap

Wawancara panel di OJK sering kali menjadi tahap penentuan akhir. Di sinilah integrasi seluruh aspek Anda dinilai: kemampuan komunikasi, penguasaan materi, kepribadian, hingga cara Anda bereaksi di bawah tekanan.

Persiapan yang bisa Anda lakukan:

  • Latih menjawab pertanyaan umum seperti:
    • “Mengapa Anda ingin bekerja di OJK?”
    • “Apa yang Anda ketahui tentang peran OJK di sistem keuangan Indonesia?”
    • “Ceritakan pengalaman Anda memimpin tim atau menyelesaikan konflik.”
  • Gunakan metode STAR untuk menjawab pertanyaan berbasis pengalaman agar jawaban lebih runtut dan konkret.
  • Pastikan Anda bisa mengaitkan pengalaman pribadi dengan nilai-nilai yang penting untuk OJK: integritas, kerja sama, objektivitas, dan kepatuhan pada regulasi.

Dari sisi nonverbal:

  • Berpakaian rapi dan profesional, dengan gaya formal yang sopan.
  • Menjaga kontak mata sewajarnya, tidak terlalu menantang tetapi juga tidak selalu menunduk.
  • Menjawab dengan tempo sedang, tidak terlalu cepat, dan memberi jeda singkat sebelum menjawab pertanyaan penting.

Di tahap ini, networking juga bisa membantu. Berinteraksi dengan alumni atau orang yang pernah mengikuti seleksi OJK memberi Anda gambaran nyata tentang dinamika wawancara, jenis pertanyaan, dan ekspektasi pewawancara. Namun, jadikan ini sebagai referensi, bukan hapalan kaku.

Menjaga Kesehatan Fisik, Mental, dan Konsistensi Hingga Akhir

Seleksi OJK tidak hanya menguji otak, tetapi juga ketahanan fisik dan mental. Tes kesehatan dan pemeriksaan psikologis akhir, termasuk tes seperti MMPI, dirancang untuk memastikan Anda benar-benar siap menjalani tekanan kerja di lembaga pengawas.

1. Kesehatan Fisik: Mulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Beberapa minggu sebelum jadwal tes kesehatan:

  • Atur pola tidur minimal 7 jam per malam, biasakan tidur dan bangun di jam yang konsisten.
  • Perbaiki pola makan: kurangi makanan terlalu berminyak atau tinggi gula, perbanyak sayur, buah, dan air putih.
  • Lakukan olahraga ringan hingga sedang, seperti jogging, jalan cepat, atau olahraga yang Anda sukai, 3 sampai 4 kali seminggu.

Jangan menunggu “nanti kalau sudah lolos tahap awal baru jaga kesehatan”. Kebiasaan yang baik perlu dibangun sejak awal seleksi, karena prosesnya panjang dan menguras energi.

2. Kesehatan Mental: Mengelola Stres dan Kecemasan

Normal jika Anda merasa cemas menjelang tes. Namun, kecemasan yang berlebihan justru berpotensi menurunkan performa. Beberapa cara yang dapat membantu:

  • Atur jadwal belajar dan latihan yang realistis, tidak memaksakan diri belajar hingga larut setiap hari.
  • Sisipkan waktu istirahat singkat di antara sesi belajar, misalnya teknik Pomodoro (25 menit fokus, 5 menit istirahat).
  • Lakukan teknik relaksasi ringan seperti tarik napas dalam, stretching, atau meditasi singkat sebelum memulai tes online.

Hal penting: jangan terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Gunakan informasi dari orang lain sebagai inspirasi, bukan sumber tekanan tambahan. Fokuskan energi pada hal yang bisa Anda kontrol: persiapan, latihan, dan kondisi diri sendiri.

3. Konsistensi: Menjaga Ritme Hingga Pengumuman Akhir

Karena seleksi OJK berlangsung dalam beberapa gelombang tes dengan jarak waktu antar tahap, banyak pelamar yang menurun semangatnya di tengah jalan. Agar tetap konsisten:

  • Buat kalender pribadi yang berisi jadwal latihan TPD/SHL, latihan bahasa Inggris, baca berita ekonomi, dan waktu istirahat.
  • Setelah selesai satu tahap, beri diri Anda waktu sejenak untuk “cooling down”, kemudian kembali ke mode persiapan untuk tahap berikutnya.
  • Catat progres kecil, misalnya peningkatan skor latihan, kecepatan mengerjakan soal, atau jumlah artikel ekonomi yang berhasil Anda baca dalam seminggu.

Dengan cara ini, Anda tidak hanya “menunggu pengumuman” secara pasif, tetapi terus mengasah diri sehingga, bahkan jika format tes berubah sedikit, Anda tetap siap secara konsep.

Pada akhirnya, perjalanan menuju kursi pegawai OJK bukan hanya soal lulus serangkaian tes, tetapi proses membentuk diri sebagai profesional yang siap mengemban amanah publik di sektor keuangan. Dari kelengkapan dokumen, penguasaan TPD dan SHL, ketajaman bahasa Inggris, wawasan tentang OJK, hingga kesehatan fisik dan mental, semuanya saling terkait dan tidak bisa dilepaskan satu sama lain.

Jika saat ini Anda masih di tahap awal, jangan kecil hati melihat persaingan yang ketat. Setiap orang yang lolos pun pernah berada di posisi Anda: bingung, cemas, dan penuh tanda tanya. Perbedaannya, mereka memilih untuk menyusun strategi, mulai dari hal paling sederhana seperti merapikan dokumen, melatih pola soal, hingga membangun kebiasaan belajar dan hidup sehat.

Gunakan waktu sebelum pengumuman resmi rekrutmen berikutnya untuk mempersiapkan diri sedini mungkin. Jadikan setiap latihan sebagai simulasi nyata, setiap artikel keuangan yang Anda baca sebagai modal wawasan, dan setiap refleksi diri sebagai cara memperkuat kepribadian. Dengan persiapan yang matang, tekun, dan terukur, peluang Anda untuk lolos seleksi OJK bukan lagi sekadar harapan, tetapi target realistis yang bisa Anda raih selangkah demi selangkah.

Baca Juga : Contoh Soal TPD OJK Bikin Gagal? Kuasai Pola Ini!

sumber referensi

  • JADIOJK.ID – 7 Tips Cara Lolos Seleksi OJK 2025 yang Wajib Dilakukan
  • MEDIAINDONESIA.COM – OJK Buka Program Talenta Terima 335 Orang, Ini Tips Suksesnya
  • OJK-PCAM9MLE.SHL.CO.ID – Contact & FAQ Program PCS8
  • OJK.GO.ID – Tata Cara Wawancara atas Kemampuan dan Kepatutan Calon Pengurus dan Calon Pengawas LAPS SJK
  • YOUTUBE.COM – Pengalaman Lolos Seleksi OJK: Tes SHL, TPD, dan Wawancara Panel

Bimbel PCS-9 & PCT-3 OJK Tahun 2025
Mau Lolos? Join Grup dan Bimbelnya Sekarang!👇🏻👇🏻

Program Bootcamp PCAM 9 OJK
Program Bootcamp PCAM 9 OJK
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiOJK: Temukan aplikasi JadiOJK di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiOJK Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELOJK” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiOJK karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal OJK 2025!!!

  • Dapatkan ribuan soal ojk 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi OJK 2025
  • Ratusan Latsol OJK 2025
  • Puluhan paket Simulasi OJK 2025
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Mau berlatih Soal-soal OJK 2025? Ayoo segera Masuk Grup Latihan Soal-soal OJK 2025 Sekarang juga!!

>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top