Bekerja di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak selalu identik dengan pekerjaan di bidang ekonomi, akuntansi, atau keuangan. Di balik pengawasan sektor jasa keuangan, OJK juga mengoperasikan banyak sistem digital, mengelola data, mengembangkan aplikasi, menangani keamanan siber, serta mengawasi perkembangan teknologi keuangan.
Karena itu, pekerjaan IT di OJK menjadi salah satu pilihan yang patut diperhatikan oleh lulusan bidang teknologi. Hal ini dapat dilihat langsung dari struktur organisasi OJK yang memiliki Departemen Pengelolaan Sistem Informasi (DPSI) dan Departemen Pengembangan Aplikasi (DPEA) di bawah Deputi Komisioner Sumber Daya Manusia dan Sistem Informasi.
Selain fungsi teknologi internal, OJK juga memiliki fungsi yang berhubungan dengan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD). Bidang ini menjalankan fungsi pengaturan dan pengawasan terhadap perkembangan teknologi di sektor jasa keuangan.
Lalu, pekerjaan seperti apa yang dapat ditargetkan lulusan IT di OJK? Berikut pembahasannya.
Apakah Ada Pekerjaan IT di OJK?

Ada. Namun, calon pelamar perlu memahami bahwa OJK tidak selalu membuka lowongan dengan nama sederhana seperti “IT Staff”, “Programmer”, atau “Data Analyst”.
Kebutuhan teknologi di OJK dapat masuk ke berbagai unit dan fungsi organisasi.
Dalam struktur resmi OJK terdapat:
- DPSI – Departemen Pengelolaan Sistem Informasi
- DPEA – Departemen Pengembangan Aplikasi
Keduanya berada dalam lingkup Deputi Komisioner Sumber Daya Manusia dan Sistem Informasi.
OJK juga memiliki berbagai sistem dan layanan digital, di antaranya Aplikasi Pelaporan Online OJK (APOLO), Sistem Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (SPRINT), Sistem Informasi Pelaku Sektor Jasa Keuangan (SIPELAKU), Sistem Informasi Ketentuan Perbankan Online (SIKEPO), Sistem Penerimaan OJK (SIPO), APPK, SIPEDULI, iDeb SLIK, hingga Sistem Informasi Procurement OJK.
Keberadaan unit dan berbagai sistem tersebut menunjukkan bahwa kompetensi teknologi informasi dibutuhkan untuk mendukung operasional dan fungsi pengawasan OJK.
Daftar Isi
Pekerjaan IT di OJK
Posisi IT yang Berpotensi Dibutuhkan
| No. | Bidang Pekerjaan IT | Tugas dan Tanggung Jawab |
|---|---|---|
| 1 | Pengembangan Sistem dan Aplikasi | Bertugas merancang, mengembangkan, menguji, memperbarui, dan memelihara aplikasi serta sistem digital yang digunakan untuk mendukung layanan dan fungsi pengawasan OJK. |
| 2 | Keamanan Siber | Berfokus pada pemantauan ancaman siber, perlindungan data, penanganan insiden keamanan, pengujian kerentanan, dan penguatan sistem pertahanan teknologi informasi. |
| 3 | Data Analyst dan Data Science | Mengolah, membersihkan, dan menganalisis data untuk menemukan pola, mendeteksi risiko, menyusun laporan, serta menyediakan informasi pendukung dalam kegiatan pengawasan sektor jasa keuangan. |
| 4 | Tata Kelola dan Risiko Teknologi Informasi | Menilai risiko teknologi, kepatuhan sistem, pengendalian internal, tata kelola teknologi informasi, serta penerapan standar keamanan dan kebijakan digital. |
| 5 | Pengawasan Inovasi Keuangan Digital | Mendukung pengawasan fintech, aset keuangan digital, aset kripto, proses perizinan, pemantauan inovasi teknologi, serta pelaksanaan regulatory sandbox. |
Catatan: Nama jabatan dan kebutuhan tenaga IT dapat berbeda pada setiap periode rekrutmen.
Pekerjaan IT di OJK Ada Apa Saja?

Nama jabatan yang benar-benar dibuka harus selalu mengikuti pengumuman rekrutmen pada periode tersebut. Namun, berdasarkan struktur dan fungsi resmi OJK, terdapat beberapa bidang pekerjaan IT di OJK yang relevan untuk dipahami.
1. Pengembangan Aplikasi dan Sistem
Bidang pertama adalah pengembangan aplikasi.
Dalam struktur OJK terdapat Departemen Pengembangan Aplikasi atau DPEA.
OJK juga mengoperasikan banyak aplikasi dan sistem elektronik untuk pelayanan, pelaporan, perizinan, pengawasan, serta pengelolaan informasi sektor jasa keuangan. Contohnya adalah APOLO, SPRINT, SIPELAKU, SIKEPO, APPK, SIPEDULI, iDeb SLIK, dan berbagai sistem lainnya.
Karena itu, bidang pengembangan aplikasi secara umum dapat berkaitan dengan aktivitas seperti:
- pengembangan aplikasi;
- pemeliharaan sistem;
- pengujian aplikasi;
- integrasi sistem;
- pengelolaan database;
- perbaikan dan pengembangan fitur;
- pengelolaan kebutuhan pengguna; serta
- memastikan aplikasi dapat mendukung kebutuhan organisasi.
Perlu dicatat, daftar di atas merupakan gambaran aktivitas dalam pekerjaan pengembangan sistem, bukan daftar nama jabatan yang sedang dibuka OJK.
2. Pengelolaan Sistem Informasi
Selain pengembangan aplikasi, OJK mempunyai Departemen Pengelolaan Sistem Informasi (DPSI).
Bidang ini membuat kemampuan terkait sistem informasi relevan bagi calon pelamar berlatar belakang IT.
Kompetensi yang dapat dipersiapkan antara lain:
- pengelolaan sistem informasi;
- administrasi sistem;
- pengelolaan database;
- jaringan komputer;
- infrastruktur teknologi;
- monitoring sistem;
- troubleshooting;
- keamanan sistem; dan
- tata kelola teknologi informasi.
Namun, kompetensi yang menjadi persyaratan resmi tetap harus mengacu pada formasi yang diumumkan OJK ketika rekrutmen dibuka.
3. Keamanan Siber atau Cybersecurity
Cybersecurity merupakan salah satu bidang teknologi yang benar-benar pernah direkrut secara khusus oleh OJK.
Pada 2023, OJK membuka rekrutmen melalui jalur Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) Bidang Keamanan Siber. Rekrutmen tersebut ditujukan kepada pelamar berpengalaman dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan. Pendaftaran saat itu berlangsung pada 1–5 September 2023 dan sekarang telah ditutup.
Ini menjadi salah satu bukti paling jelas bahwa keahlian keamanan siber memang memiliki tempat dalam kebutuhan SDM OJK.
Keamanan siber juga semakin penting karena OJK menjalankan OJK Computer Security Incident Response Team atau OJK-CSIRT sebagai bagian dari penanganan keamanan siber.
Bahkan pada April 2026, OJK kembali menekankan pentingnya peningkatan ketahanan siber di industri keuangan digital. OJK menyebut keamanan siber tidak lagi sekadar persoalan teknis, tetapi menjadi bagian penting dari kesinambungan industri, manajemen risiko, tata kelola, dan pelindungan konsumen.
Bagi lulusan IT yang ingin mengarah ke cybersecurity, kemampuan yang dapat dipelajari antara lain:
- network security;
- security monitoring;
- incident response;
- vulnerability assessment;
- keamanan aplikasi;
- keamanan database;
- identifikasi phishing dan malware;
- manajemen risiko teknologi; dan
- dasar digital forensics.
OJK pada 2026 juga menekankan pentingnya kemampuan SDM dalam mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan diri dari insiden siber.
4. Data dan Statistik
Pekerjaan teknologi di OJK juga sangat berkaitan dengan data.
OJK memiliki Portal Data dan Metadata Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi, sedangkan pengelolaannya terkait dengan Departemen Pengelolaan Data dan Statistik (DPDS).
OJK juga menyediakan berbagai kelompok statistik, mulai dari statistik perbankan, pasar modal, asuransi, fintech, Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, hingga statistik aset keuangan digital dan aset kripto.
Karena itu, bidang yang bersinggungan dengan:
- pengelolaan data;
- database;
- statistik;
- data processing;
- analisis data;
- data visualization;
- data quality; dan
- pemanfaatan data untuk pengawasan
menjadi relevan dalam lingkungan kerja regulator seperti OJK.
Kemampuan SQL, Python atau bahasa pengolahan data lainnya dapat menjadi nilai tambah secara kompetensi. Akan tetapi, penggunaan software atau bahasa pemrograman tertentu tetap tidak boleh dianggap sebagai persyaratan resmi kecuali disebutkan dalam pengumuman lowongan OJK.
5. Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan
Lulusan IT juga tidak harus selalu bekerja di belakang komputer untuk mengembangkan aplikasi.
Ada pula bidang yang menggabungkan teknologi dan pengawasan sektor keuangan.
OJK memiliki fungsi Pengawasan Sektor Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto. Bidang tersebut menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan terhadap aktivitas di sektor ITSK, aset keuangan digital, dan aset kripto.
Tugasnya mencakup antara lain pengembangan sistem pengawasan, penyusunan peraturan, pengawasan dan pemeriksaan pihak yang memperoleh izin atau persetujuan OJK, pengendalian kualitas pengawasan, koordinasi perizinan, serta pelaksanaan protokol manajemen krisis.
Artinya, lulusan teknologi yang memiliki pemahaman tentang industri keuangan juga berpotensi memiliki bekal yang relevan untuk bidang semacam ini.
Bahkan OJK pernah membuka rekrutmen PKWT pada November 2023 untuk posisi Staff Bidang Perizinan, Pengaturan, dan Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto.
Ini menunjukkan bahwa pekerjaan teknologi di OJK tidak hanya berhubungan dengan pengembangan software, tetapi juga dapat berhubungan dengan pengawasan perkembangan teknologi keuangan.
6. Bidang Fintech dan Aset Keuangan Digital
Perkembangan fintech juga membuat kemampuan teknologi menjadi semakin relevan.
OJK mempunyai tanggung jawab pengaturan dan pengawasan terhadap Inovasi Teknologi Sektor Keuangan. Berdasarkan fungsi resminya, OJK menjalankan pengembangan, pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, hingga koordinasi perizinan pada sektor tersebut.
OJK juga menyelenggarakan Regulatory Sandbox dan Pusat Inovasi sebagai bagian dari pengembangan ekosistem keuangan digital.
Karena itu, orang dengan kombinasi kemampuan teknologi + keuangan + regulasi dapat memiliki profil yang menarik untuk fungsi berkaitan dengan fintech.
7. Tata Kelola dan Risiko Teknologi Informasi
Pekerjaan IT tidak hanya berbicara mengenai coding, membuat aplikasi, atau mengelola jaringan. Di sektor jasa keuangan, teknologi juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan sistem, kelancaran operasional, kepatuhan, serta perlindungan data dan konsumen.
Hal ini terjadi karena hampir seluruh layanan keuangan saat ini bergantung pada teknologi. Mulai dari perbankan digital, sistem pembayaran, pengolahan data, layanan fintech, hingga berbagai proses pengawasan dan pelaporan menggunakan sistem informasi sebagai bagian utama operasionalnya.
Karena itu, teknologi di sektor jasa keuangan memiliki hubungan erat dengan beberapa aspek berikut:
- Tata kelola teknologi informasi, yaitu memastikan teknologi digunakan dan dikelola sesuai kebutuhan organisasi, memiliki kebijakan yang jelas, serta dapat dipertanggungjawabkan.
- Keamanan informasi dan cybersecurity, yaitu melindungi sistem, jaringan, aplikasi, dan data dari serangan siber, akses tidak sah, kebocoran informasi, maupun gangguan lainnya.
- Kepatuhan, yaitu memastikan penggunaan teknologi tetap sesuai dengan regulasi, kebijakan internal, dan ketentuan yang berlaku di sektor jasa keuangan.
- Manajemen risiko teknologi, yaitu mengidentifikasi, menilai, mengendalikan, dan memantau risiko yang dapat muncul akibat penggunaan sistem informasi.
- Perlindungan data, yaitu menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data agar informasi tidak mudah bocor, berubah tanpa izin, atau hilang.
- Pengendalian internal, yaitu menerapkan mekanisme kontrol untuk mencegah kesalahan, penyalahgunaan sistem, maupun akses yang tidak semestinya.
- Kesinambungan layanan, yaitu memastikan sistem tetap dapat digunakan atau segera dipulihkan apabila terjadi gangguan, kegagalan teknologi, bencana, maupun serangan siber.
Aspek-aspek tersebut menjadi semakin penting karena gangguan teknologi pada sektor jasa keuangan dapat berdampak langsung kepada masyarakat. Misalnya, sistem yang mengalami gangguan dapat menyebabkan layanan tidak dapat diakses, transaksi tertunda, data tidak tersedia, atau bahkan menimbulkan risiko keamanan bagi pengguna.
Dalam penguatan keamanan siber industri keuangan digital pada April 2026, OJK juga menekankan bahwa cybersecurity tidak seharusnya dipandang hanya sebagai persoalan teknis. Keamanan siber perlu menjadi bagian dari strategi bisnis, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, serta pelindungan konsumen.
Hal tersebut menunjukkan bahwa tenaga IT di lingkungan sektor jasa keuangan perlu memahami hubungan antara teknologi dan risiko bisnis.
Sebagai contoh, seorang tenaga IT tidak cukup hanya memastikan aplikasi dapat digunakan. Ia juga perlu mempertimbangkan:
- apakah data pengguna terlindungi;
- siapa saja yang dapat mengakses sistem;
- apa yang terjadi jika server mengalami gangguan;
- bagaimana sistem dipulihkan ketika terjadi insiden;
- apakah terdapat celah keamanan;
- bagaimana aktivitas dalam sistem dapat dipantau; serta
- apakah penggunaan teknologi telah mengikuti kebijakan dan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, calon pekerja IT di OJK perlu membangun pemahaman mengenai IT governance dan risk management, selain kemampuan teknis seperti programming, database, jaringan, atau cybersecurity.
IT governance membantu memastikan teknologi dikelola secara terarah dan sesuai kebutuhan organisasi. Sementara itu, risk management membantu organisasi mengenali risiko teknologi sejak awal dan menentukan langkah untuk mengurangi kemungkinan maupun dampaknya.
Kombinasi antara kemampuan teknis dan pemahaman tata kelola menjadi penting karena pekerjaan IT di lingkungan OJK dapat berkaitan dengan sistem informasi internal maupun dengan pengawasan perkembangan teknologi di industri jasa keuangan.
Dengan demikian, kandidat yang ingin menargetkan pekerjaan IT di OJK sebaiknya tidak hanya belajar membuat sistem, tetapi juga memahami bagaimana sebuah sistem harus aman, terkontrol, patuh, tersedia, dan mampu menghadapi risiko. Pemahaman inilah yang membuat kompetensi IT lebih relevan dengan karakter pekerjaan di sektor jasa keuangan.
Jurusan Apa yang Cocok untuk Pekerjaan IT di OJK?

Untuk bidang teknologi, beberapa program studi memiliki kompetensi yang secara keilmuan dekat dengan kebutuhan tersebut, misalnya:
- Informatika;
- Teknik Informatika;
- Ilmu Komputer;
- Sistem Informasi;
- Teknologi Informasi;
- Teknik Komputer;
- Cybersecurity;
- Data Science;
- Statistika;
- Matematika;
- Teknik Elektro; atau
- program studi lain yang memiliki kompetensi relevan dengan posisi.
Namun, bagian ini perlu diperhatikan.
Daftar tersebut bukan daftar jurusan resmi untuk Rekrutmen OJK 2026.
Sampai 11 Agustus 2026, halaman Karir resmi OJK belum menampilkan pengumuman rekrutmen baru 2026. Rekrutmen terbaru yang tercantum masih PCAM 9 dan Multi Level Entry (MLE) 2025 dan statusnya sudah ditutup.
Karena itu, jurusan yang diperbolehkan mendaftar nantinya harus mengikuti pengumuman resmi ketika OJK membuka rekrutmen berikutnya.
Apakah Fresh Graduate IT Bisa Kerja di OJK?
Fresh graduate tetap dapat memantau jalur rekrutmen reguler OJK yang sesuai dengan tingkat pendidikan dan persyaratan masing-masing.
Dalam beberapa tahun terakhir OJK memiliki beberapa jenis program penerimaan SDM, antara lain Program Pendidikan Calon Staf (PCS), Program Pendidikan Calon Pegawai Tata Usaha (PCT), Pendidikan Calon Asisten Manajer (PCAM), Multi Level Entry (MLE), dan dalam kondisi tertentu rekrutmen PKWT untuk kebutuhan kompetensi tertentu.
Namun, karakter setiap jalur berbeda.
Rekrutmen PKWT keamanan siber pada 2023, misalnya, secara resmi ditujukan kepada pelamar yang berpengalaman dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
Jadi, fresh graduate tidak dapat menganggap semua lowongan IT OJK otomatis terbuka untuk lulusan baru. Kualifikasi pendidikan, pengalaman, usia, dan persyaratan lainnya harus diperiksa kembali pada pengumuman masing-masing jalur.
Baca juga: Strategi Efektif Belajar Tes PCAM OJK
Jalur Masuk untuk Bekerja di Bidang IT OJK

Secara sederhana, calon pekerja teknologi dapat memperhatikan beberapa pola rekrutmen OJK berikut.
| Jalur Rekrutmen | Gambaran | Contoh Informasi | Catatan untuk Pelamar IT |
|---|---|---|---|
| PCAM | Pendidikan Calon Asisten Manajer merupakan salah satu jalur rekrutmen calon pegawai OJK. | Pada 2025, OJK membuka PCAM Angkatan 9 bersamaan dengan MLE. Pendaftaran berlangsung pada 21–27 November 2025 dan saat ini telah ditutup. | Calon peserta perlu menunggu pengumuman resmi rekrutmen berikutnya karena persyaratan, formasi, dan program studi yang diterima dapat berubah. |
| MLE | Multi Level Entry merupakan jalur rekrutmen OJK yang dapat memiliki kualifikasi berbeda dari PCAM. | OJK membuka MLE bersamaan dengan PCAM Angkatan 9 pada 2025. | Persyaratan MLE tidak boleh disamakan otomatis dengan PCAM. Pelamar perlu memeriksa formasi, pengalaman, pendidikan, dan kualifikasi pada pengumuman resmi periode terkait. |
| PKWT | Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dapat digunakan OJK untuk memenuhi kebutuhan tenaga dengan keahlian tertentu. | OJK pernah membuka PKWT bidang keamanan siber pada September 2023. Pada November 2023, OJK juga pernah membuka posisi Staff Bidang Perizinan, Pengaturan, dan Pengawasan ITSK, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto. | Jalur ini penting diperhatikan oleh profesional yang sudah memiliki pengalaman atau keahlian khusus di bidang teknologi, termasuk keamanan siber dan teknologi sektor keuangan. |
Apa Syarat Kerja di OJK Bagian IT?
Belum ada satu daftar persyaratan umum yang dapat disebut sebagai “syarat pekerjaan IT OJK 2026”, karena sampai 11 Agustus 2026 belum ada pengumuman rekrutmen OJK 2026 pada kanal Karir resminya.
Calon pelamar sebaiknya memisahkan antara persyaratan resmi dan persiapan kompetensi.
Persyaratan resmi nantinya dapat meliputi unsur seperti pendidikan, program studi, usia, IPK, pengalaman kerja atau ketentuan lain, tetapi angka dan ketentuannya tidak boleh diasumsikan sebelum pengumuman resmi diterbitkan.
Sementara dari sisi kompetensi, lulusan IT dapat mulai mempersiapkan:
- dasar pemrograman;
- software development;
- database;
- jaringan komputer;
- cybersecurity;
- data analysis;
- system analysis;
- IT governance;
- manajemen risiko teknologi;
- kemampuan analitis;
- problem solving; dan
- pemahaman dasar sektor jasa keuangan.
Kombinasi kemampuan teknis dan pemahaman industri keuangan menjadi penting karena fungsi teknologi OJK tidak hanya mendukung operasional internal, tetapi juga berkaitan dengan pengawasan industri jasa keuangan digital.
Skill yang Perlu Dipersiapkan untuk Pekerjaan IT di OJK
Selain memahami jalur rekrutmen, calon pelamar juga perlu membangun kemampuan teknis dan pengetahuan sektor keuangan. Berikut beberapa kemampuan yang dapat dipersiapkan.
| No. | Skill | Kemampuan yang Perlu Dipelajari | Mengapa Penting? |
|---|---|---|---|
| 1 | Pemrograman |
|
Pelamar tidak harus menguasai seluruh teknologi sekaligus. Dasar pemrograman yang kuat dan kemampuan menyelesaikan masalah menjadi modal penting untuk memahami serta mengembangkan sistem digital. |
| 2 | Basis Data |
|
Banyak sistem digital membutuhkan pengelolaan data yang baik. Kemampuan ini juga relevan dengan penggunaan berbagai sistem serta penyediaan data sektor jasa keuangan oleh OJK. |
| 3 | Keamanan Siber |
|
Cybersecurity dapat menjadi salah satu kemampuan penting karena sektor jasa keuangan memiliki kebutuhan tinggi terhadap perlindungan sistem, data, dan layanan digital. |
| 4 | Analisis Data |
|
Kemampuan mengolah dan membaca data penting karena sektor jasa keuangan menghasilkan data dalam jumlah besar yang dapat digunakan untuk analisis, statistik, pengawasan, dan pengambilan keputusan. |
| 5 | Pengetahuan Sektor Keuangan |
|
Tenaga IT di regulator keuangan tidak cukup hanya memahami teknologi. Pelamar juga perlu mengetahui lingkungan bisnis dan sektor yang diawasi OJK agar dapat memahami kebutuhan sistem secara lebih menyeluruh. |
| 6 | Problem Solving & Kemampuan Analitis |
|
Kemampuan teknis perlu dibarengi kemampuan menganalisis masalah. Hal ini penting karena teknologi sektor jasa keuangan membutuhkan keamanan, tata kelola, stabilitas, dan kesinambungan layanan. |
Baca juga: Tips Wawancara PCAM OJK
Apa yang Harus Dipersiapkan Fresh Graduate IT?

Jika masih kuliah atau baru lulus, tidak perlu menunggu lowongan dibuka untuk mulai mempersiapkan diri.
Pertama, bangun kemampuan teknis sesuai bidang yang ingin dituju. Jika tertarik menjadi developer, perkuat programming dan database. Jika tertarik cybersecurity, fokus pada jaringan, keamanan aplikasi, incident response, dan dasar keamanan informasi. Jika tertarik data, perkuat statistik, SQL, pengolahan data, dan visualisasi.
Kedua, buat portofolio. Portofolio dapat berupa aplikasi sederhana, dashboard data, proyek database, analisis dataset, simulasi keamanan sistem yang legal, atau proyek teknologi lainnya.
Ketiga, pelajari sektor jasa keuangan. Kandidat dengan kemampuan IT yang juga memahami konteks perbankan, fintech, aset digital, risiko siber, serta peran OJK akan memiliki pemahaman yang lebih relevan terhadap lingkungan kerja regulator.
Keempat, pantau rekrutmen resmi dan jangan hanya mengandalkan informasi media sosial.
Apakah Lowongan IT OJK 2026 Sudah Dibuka?
Belum ada pengumuman rekrutmen baru OJK 2026 yang tercantum pada halaman Karir resmi OJK per 11 Agustus 2026.
Pada halaman tersebut, rekrutmen terbaru yang ditampilkan masih:
- PCAM 9 dan MLE OJK 2025 – CLOSED;
- PCS 8 dan PCT 2 tahun 2024 – CLOSED;
- PCS Angkatan 7 tahun 2024 – CLOSED; dan
- PKWT Bidang Keamanan Siber tahun 2023 – CLOSED.
OJK bahkan menerbitkan peringatan pada 6 Maret 2026 mengenai informasi perekrutan pegawai yang mengatasnamakan OJK. OJK menegaskan bahwa rekrutmen PCAM 9 dan MLE telah resmi ditutup.
Jadi, apabila saat ini beredar informasi mengenai “Lowongan OJK 2026” atau “Rekrutmen OJK 2026”, calon pelamar perlu mengecek kebenarannya terlebih dahulu melalui kanal resmi OJK.
Hati-Hati Penipuan Lowongan OJK
Hal ini penting karena informasi rekrutmen palsu dapat menggunakan nama atau identitas OJK.
Pada rekrutmen PCAM 9 dan MLE 2025, OJK secara resmi menegaskan bahwa rekrutmen tidak dipungut biaya serta meminta masyarakat mewaspadai penipuan yang mengatasnamakan OJK.
OJK juga kembali mengingatkan masyarakat pada Maret 2026 untuk berhati-hati terhadap informasi perekrutan pegawai palsu.
Karena itu, jangan memberikan uang kepada pihak yang menjanjikan kelulusan, jangan mudah menyerahkan data pribadi melalui tautan tidak dikenal, dan selalu cocokkan informasi dengan kanal Karir OJK.
Jadi, Pekerjaan IT di OJK Apakah Menjanjikan?
Bagi lulusan teknologi, OJK menawarkan lingkungan pekerjaan yang lebih luas daripada sekadar software development.
Struktur dan aktivitas resmi OJK menunjukkan adanya bidang:
- pengelolaan sistem informasi;
- pengembangan aplikasi;
- keamanan siber;
- pengelolaan data dan statistik;
- pengawasan inovasi teknologi sektor keuangan;
- aset keuangan digital;
- aset kripto; serta
- pengawasan risiko teknologi di sektor jasa keuangan.
Karena itu, seseorang dengan latar belakang IT dapat membangun karier bukan hanya sebagai tenaga teknis, tetapi juga pada bidang yang menghubungkan teknologi, data, keamanan, keuangan, dan regulasi.
Baca juga: Manajemen Waktu Tes Seleksi OJK
Pekerjaan IT di OJK memiliki ruang yang cukup luas. Struktur organisasi OJK secara resmi memiliki Departemen Pengelolaan Sistem Informasi dan Departemen Pengembangan Aplikasi. OJK juga pernah melakukan rekrutmen tenaga keamanan siber serta Staff Bidang Perizinan, Pengaturan, dan Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto.
Bagi lulusan Informatika, Sistem Informasi, Ilmu Komputer maupun bidang teknologi lainnya, kompetensi seperti programming, database, cybersecurity, data analysis, dan pemahaman teknologi sektor keuangan dapat mulai dipersiapkan.
Namun, calon pelamar tetap harus membedakan antara bidang pekerjaan yang relevan dengan formasi yang benar-benar sedang dibuka.
Per 11 Agustus 2026, belum ada pengumuman rekrutmen OJK 2026 terbaru pada halaman Karir resmi OJK. Rekrutmen PCAM 9 dan MLE 2025 juga telah resmi ditutup.
Karena itu, langkah paling tepat saat ini adalah meningkatkan kompetensi sambil memantau pengumuman resmi OJK agar ketika kesempatan dibuka, persiapan tidak dimulai dari nol.
Mini FAQ
Apakah latar belakang IT di OJK harus dari jurusan khusus?
Tidak harus. Selama kamu menguasai kompetensi teknis yang dibutuhkan dan memahami regulasi terkait, peluang tetap terbuka lebar. Pelajari juga aspek keuangan agar lebih kompetitif.
Bagaimana cara efektif belajar regulasi OJK untuk pemula?
Mulailah dengan membaca dokumen ringkasan dan materi dasar dari website resmi OJK. Fokus pada fungsi OJK dan regulasi yang berdampak pada industri jasa keuangan.
Apakah tes Bahasa Inggris sulit bagi pelamar IT?
Tes bahasa Inggris utamanya berupa reading comprehension. Latihan membaca dokumen dan artikel terkait teknologi dan keuangan dapat membantu meningkatkan kemampuan ini.
Bisakah latihan soal membuat perbedaan signifikan dalam lolos seleksi?
Sangat bisa. Latihan soal membantu mengenali pola, mengasah kecepatan berpikir, dan mengatur strategi manajemen waktu saat ujian.
Apa yang perlu disiapkan untuk menghadapi studi kasus di assessment?
Pelajari isu terkini di industri jasa keuangan, terlebih dalam konteks IT dan regulasi. Latih kemampuan analisis kritis dan komunikasikan solusi secara jelas dan sistematis.
Ringkasan
Memahami tahapan seleksi PCAM OJK dan materi yang diujikan merupakan modal utama dalam mempersiapkan diri, terutama untuk posisi pekerjaan IT di OJK. Mulai dari kemampuan dasar, pengetahuan regulasi, hingga strategi menghadapi assessment dan wawancara wajib dikuasai dengan latihan terstruktur agar peluang lolos semakin besar.
Jangan lupa untuk membangun mindset positif dan disiplin dalam belajar. Dengan pendekatan yang tepat, persiapan yang matang, serta sumber pembelajaran yang memadai, seperti platform JadiOJK, impian berkarier di OJK dapat terwujud. Semangat terus dalam menjalani proses seleksi dan persiapkan diri seoptimal mungkin!


